Kontingen SH Terate Pacitan Torehkan 18 Medali di Kejuaraan Raden Mas Said VI 2025

Kontingen SH Terate Pacitan Torehkan 18 Medali di Kejuaraan Raden Mas Said VI 2025

Kontingen pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pacitan – Pusat Madiun mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Raden Mas Said VI Championship Se-Jawa Bali Tahun 2025. Gelaran yang berlangsung pada 7–9 November 2025 di GOR Giri Mandala, Wonogiri, ini diikuti ratusan pesilat dari berbagai daerah dan kelompok usia, mulai Pra Usia Dini hingga Dewasa, pada kategori Pemasalan maupun Prestasi.

Dalam kejuaraan tersebut, kontingen PSHT Pacitan sukses membawa pulang total 18 medali, terdiri dari 6 medali emas, 5 medali perak, dan 7 medali perunggu. Capaian ini menjadi bukti perkembangan kualitas atlet muda Pacitan yang terus menunjukkan daya saing di tingkat regional.

Berikut daftar perolehan medali kontingen PSHT Cabang Pacitan:

• Dzakira Anka N – Solo Kreatif Pra Dini (Emas)
• Javas Wukirjaladri – Tanding Under C Usia Dini (Perak)
• Dprio Anka N – Tanding Kelas B Usia Dini (Perunggu)
• Yusuf Adyatma HK – Tanding Kelas A Usia Dini (Emas)
• Arjuna Cahya A – Tanding Kelas C Usia Dini (Perunggu)
• Safitri Bintang S – Tanding Kelas F Usia Dini (Perunggu)
• Nabila Kirana – Tanding Kelas K Usia Dini (Emas)
• Syakila Setia Budi – Tanding Kelas K Usia Dini (Perunggu)
• Bilqil Auful – Seni Tunggal (Perak)
• Zinan Akito – Tanding Kelas A Usia Dini (Perak)
• Tunjung Harimurti – Tanding Kelas M Usia Dini Putra (Emas)
• Aldito S – Tanding Kelas D Pra Remaja (Perunggu)
• Bintang Tsaqib Z – Tanding Kelas F Pra Remaja (Perunggu)
• Satria Abimanyu – Tanding Kelas H Pra Remaja (Perak)
• Keyla Putri – Tanding Kelas K Pra Remaja (Perak)
• Poundra – Tanding Kelas G (Perunggu)
• Isnaini Qurrota A – Solo Kreatif Dewasa (Emas)
• Muhammad Latif – Tanding Kelas E Dewasa (Emas)

Sementara itu, beberapa atlet belum berhasil meraih medali, yakni Galang Puspo H (Kelas F Remaja Putra), Ritan Satria W (Kelas D Dewasa Putra), dan Rasta Fatikasari (Kelas D Remaja Putri.

Kangmas Arif Setia Budi selaku Sekretaris PSHT Cabang Pacitan yang turut mendampingi kontingen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet. Ia menegaskan bahwa para pesilat telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa sejak awal persiapan hingga pertandingan berakhir. Baginya, keberanian, disiplin, serta rasa persaudaraan yang ditunjukkan para atlet merupakan nilai penting yang tidak bisa diukur hanya dari hasil medali.

“Jadikan pengalaman sebagai langkah awal untuk maju. Apa pun hasil yang diraih hari ini, itu adalah bagian dari proses pembentukan diri. Teruslah berlatih, tetap rendah hati, dan jangan pernah berhenti memperbaiki kekurangan,” ujarnya. Kangmas Arif juga menambahkan bahwa setiap kejuaraan adalah ruang belajar yang berharga bagi atlet untuk mengenal batas diri, mengasah mental, dan menumbuhkan rasa percaya diri. “Saya berharap adik-adik tidak hanya menjadi pesilat yang kuat, tetapi juga pribadi yang berkarakter, matang, dan mampu membawa nama baik PSHT di mana pun berada,” tambahnya.

Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para atlet yang berlatih di bawah binaan Club Junior Fighter Club Dewo Amral. Pelatih Mas Angga dan Mas Habib menjadi sosok penting dalam pembinaan para pesilat muda tersebut.

Mas Habib menyampaikan rasa syukurnya atas capaian yang diraih. “Alhamdulillah, dari 21 atlet yang kami bawa, 18 di antaranya berhasil memperoleh medali,” tuturnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar tetap konsisten dalam latihan. “Untuk yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Masih banyak event lain yang menanti. Yang sudah meraih medali juga harus tetap berlatih lebih giat, jangan terlena ataupun menjadi sombong. Tetap rendah hati,” pesannya.

“Menang dan kalah adalah hal biasa. Yang terpenting adalah niat dan tekad adik-adik untuk terus berlatih dan berjuang demi membentuk karakter pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Kontingen SH Terate Pacitan Sabet 11 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Sukoharjo Champion Series 2025

Kontingen SH Terate Pacitan Sabet 11 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Sukoharjo Champion Series 2025

Kejuaraan Pencak Silat Sukoharjo Champion Series 2025 Tingkat Nasional sukses digelar di GOR Bung Karno Sukoharjo pada 30–31 Agustus 2025. Ajang bergengsi ini mempertandingkan berbagai kategori mulai dari Pra Usia Dini, Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa.

Ribuan pesilat dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kompetisi ini untuk memperebutkan Trophy Kapolres Sukoharjo, Trophy Kemenpora RI, dan Trophy PB IPSI.

Kontingen Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pacitan di bawah pendampingan official Mas Muhammad Habib dan Mas Angga Priyo tampil membanggakan dengan torehan prestasi: 3 medali emas, 6 medali perak, dan 2 medali perunggu, serta 1 kategori yang meski belum meraih medali, tetap memberikan perjuangan terbaik di arena.

Rincian perolehan medali:

  • Kategori Solo Kreatif Usia Dini

    • Dprio Anka Niang (Junior PSHT Rayon Ploso Ranting Pacitan) – Perak

    • Zinan Kito Satoshi (Rayon Punjung Ranting Kebonagung) – Emas

  • Kategori Solo Kreatif Remaja

    • Galang Puspo Handoyo (Ranting Ngadirojo) – Perak

    • Isna Qurrota A’yunin (Rayon Punjung Ranting Kebonagung) – Emas

  • Kategori Tanding Usia Dini

    • Safitri Bintang Sahira (Junior PSHT Rayon Ploso Ranting Pacitan) – Perak

    • Dprio Anka Niang – Emas

    • Yusuf Adyatma Havi (Rayon Tambakrejo Ranting Pacitan) – Perak

    • Arjuna Cahya Al Farizi (Junior PSHT Rayon Ploso Ranting Pacitan) – Perak

  • Kategori Tanding Pra Remaja

    • Muhammad Tegar Arraffi Prastiyo (Rayon Menadi Ranting Pacitan) – Perunggu

    • Bintang Tsaqib Zulfahmi (Junior PSHT Rayon Ploso Ranting Pacitan) – Perunggu

    • Satria Abimanyu (Junior PSHT Rayon Ploso Ranting Pacitan) – Perak

  • Kategori Tanding Dewasa

    • Ritan Satri Wibowo (Rayon Ploso Ranting Pacitan) – belum meraih medali, namun menunjukkan semangat juang tinggi dan menambah pengalaman berharga di level nasional.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda PSHT Pacitan mampu bersaing dengan pesilat terbaik dari berbagai daerah. Tak hanya itu, bagi atlet yang belum berhasil membawa pulang medali, pengalaman bertanding di panggung nasional adalah bekal yang sangat berharga untuk menatap prestasi di masa mendatang.

Karena dalam setiap pertandingan, kemenangan bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang keberanian, mental baja, dan tekad untuk terus berjuang.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga SH Terate khususnya Cabang Pacitan untuk terus berlatih, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Rayon Sambong, Peringati Malam Satu Suro dengan Sepak Bola Api

Rayon Sambong, Peringati Malam Satu Suro dengan Sepak Bola Api

Satu Suro biasanya diperingati pada malam hari setelah Magrib pada hari sebelum tanggal satu biasanya disebut malam satu suro. Hal ini lantaran pergantian hari sesuai kepercayaan Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam.

Malam 1 Suro tahun ini, 2022, jatuh pada hari Jumat. Ada berbagai cara memperingati malam satu suro, ada yang doa bersama, tumpengan, slametan, kirab dan masih banyak acara-acara lainnya. Salah satunya seperti Persaudaraan Setia Hati Rayon Sambong ini, malam satu suro mengadakan lomba sepak bola api atau yang dikenal dengan Brojogeni.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Pimpinan Ranting GP Ansor Sambong bersama masyarakat Dusun Bengle, Desa Sambong di Lapangan Dusun Bengle.

Kegiatan yang bertajuk Brojogeni Sepak Bola Api Seni Tradisi Santri tersebut, selain untuk memperingati malam satu suro atau malam pergantian tahun Islam juga merupakan untuk menyambut HUT RI Ke-77 Republik Indonesia.

Sebelum acara Brojogeni dimulai warga SH Terate Rayon Sambong menampilkan seni pencak silat dan atraksi pemecahan benda keras sebagai pembukaan.

Lomba yang diikuti oleh 11 club antara lainnya PSHT Rayon Sambong, Banser Pucangsuwe, Dusun Bengle, Katar Pelahan, Banser Nanggungan, Banser Ponggok, Banser Sambong, Santri Idaman, Banser Semanten, Putra Kembang, dan Tengiri Pundation tersebut dimenangkan oleh Banser Ponggok sebagai juara 1 dan Banser Semanten sebagai juara 2. Sebagai juara mendapatkan hadiah kambing dan ayam jago serta betina sebagai pencetak gol terbanyak.

“Acara ini bertujuan untuk memperingati malam satu suro atau 1 Muharram. Namun bukan cuma itu saja ini juga sebagai wadah untuk tetap menjaga silaturhmi antar warga masyarakat umumnya, masyarakat Desa Sambong khususnya,” ucap Mas Budi Hernowo selaku ketua Rayon Sambong.

“Acara berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak yang telah berpatisipasi,” pungkasnya.

Pawai Obor Satu Abad Terate Emas dan Orasi Reyog Ponorogo

Pawai Obor Satu Abad Terate Emas dan Orasi Reyog Ponorogo

Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Donorojo, Sabtu, 16 April 2022, bertepatan dengan bulan suci Ramadhan menggelar acara pawai obor dan orasi Reyog Ponorogo, yang diikuti oleh seluruh warga dan siswa se Ranting Donorojo.

Mulai pukul 13.00 WIB seluruh warga sudah mulai berbondong datang guna untuk mempersiapkan peralatan yang digunakan dengan titik kumpul di pendapa Kecamatan Donorojo.

Karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan acara tersebut juga dibarengi dengan bagi takjil dan elektone sebagai hiburan yang dilaksanakan di depan Alfamart Donorojo. Kemudian dilanjutkan buka bersama dan salat Magrib berjamaah di Pendapa.

Setelah istirahat dilanjut lagi salat Tarawih bersama imam dan kultum oleh Bpk. Mursyid selaku Kepala Desa Donorjo. Kemudian baru memasuki acara inti.

Pembukaan acara inti dimulai pukul 20.00 WIB. Adapun rute yang dilalui untuk pawai obor dan orasi yaitu, dari pendapa kecamatan menuju Alfamart dengan iring-iringan Reyog dan obor, berhenti di titik pertama Alfamart. Kemudian jalan lagi menuju arah Tangkluk, di titik kedua. Lalu berjalan lagi ke arah Bliruk. Dan jalan ke arah utara kembali ke pendapa. Setiap titik berhenti untuk gembyang Reyog dan orasi. Setelah itu dilanjut doa berama dan penutupan.

“Ini merupakan upaya atau ihtiar kita sebagai warga SH Terate dalam menyambut satu abad Terate Emas agar ke depan acara puncak 100 abad SH Terate berjalan lancar tanpa halangan apapun,” ucap Mas Riyanto selaku ketua ranting.

“Dan juga sebagai dukungan kita untuk Reyog Ponorogo ini memang 100% milik Indonesia, milik Ponorogo, jadi kita harus ikut melestarikan budaya bangsa tersebut, jangan sampai dikalim negara lain gara-gara kita cuek akan peninggalan budaya nenek moyang kita,” pungkasnya.

Copyright PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CAB. PACITAN