Wujud Pengabdian Masyarakat, PAMTER SH Terate Ranting Tegalombo Sinergi Kawal Pembangunan Daerah

Wujud Pengabdian Masyarakat, PAMTER SH Terate Ranting Tegalombo Sinergi Kawal Pembangunan Daerah

Personel Pengamanan Terate (PAMTER) SH Terate Ranting Tegalombo menunjukkan komitmen nyatanya dalam menjaga ketertiban masyarakat di wilayah Pacitan. Berkolaborasi erat dengan aparat TNI dan Polri, PAMTER sukses mengawal seluruh rangkaian acara peresmian Jalan Gerilya Jenderal Sudirman serta sejumlah proyek infrastruktur vital di Kabupaten Pacitan pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan peresmian berskala provinsi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Kondisi ini terwujud berkat kesiapsiagaan serta kerja sama padu antara PAMTER SH Terate Ranting Tegalombo dengan jajaran TNI dan Polri di lapangan.

Ketua SH Terate Ranting Tegalombo, Mas Latif, menegaskan bahwa partisipasi aktif para personel PAMTER dalam perhelatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata organisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kehadiran PAMTER SH Terate dalam pengamanan acara ini—mendampingi TNI dan Polri—adalah bentuk sinergi dan kolaborasi nyata SH Terate dengan Pemerintah Desa Kasihan maupun Pemerintah Daerah. Kami selalu siap berpartisipasi aktif menjaga kondusivitas demi suksesnya pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Mas Latif.

Sinergi kuat yang diperlihatkan PAMTER bersama TNI-Polri tersebut turut menuai apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Gubernur menegaskan bahwa dukungan dari organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen keamanan merupakan kunci utama suksesnya perhelatan peresmian infrastruktur ini.

Fokus utama peresmian kali ini tertuju pada perbaikan struktur jalan napak tilas gerilya Jenderal Sudirman di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo. Penanganan jalan sepanjang 2,25 kilometer bernilai kontrak Rp2,855 miliar tersebut telah mengubah akses yang semula berbatu dan rusak parah berlebar dua meter menjadi jalan mulus seluas 2,5 hingga 3 meter.

Selain jalan gerilya Jenderal Sudirman, peresmian tersebut juga mencakup pelebaran ruas Arjosari–Purwantoro, pembangunan kembali Jembatan Kaligoro II, serta pembangunan talud pengaman jalan Karanggede–Jatimalang. Seluruh proyek ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur menggunakan alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2026.

Gubernur Khofifah berharap infrastruktur yang telah diperbaiki ini dapat mempermudah mobilitas masyarakat dan memacu pertumbuhan ekonomi warga Pacitan, seraya berpesan agar fasilitas tersebut dirawat secara bersama-sama. Manfaat perbaikan jalan ini pun langsung dirasakan oleh warga Desa Kasihan, seperti Nurani, yang mengaku kini lebih mudah dan aman saat pergi ke pasar maupun menghantar anak sekolah.

Dengan tuntasnya pembangunan keempat infrastruktur ini—yang ditopang oleh pengamanan kondusif berkat partisipasi PAMTER, TNI, dan Polri—konektivitas antarwilayah di Pacitan diharapkan makin kuat dan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

PAMTER PSHT Kebonagung Terlibat dalam Pengamanan HSN 2026, Perkuat Sinergi dengan Panitia dan Pemerintah Kecamatan

PAMTER PSHT Kebonagung Terlibat dalam Pengamanan HSN 2026, Perkuat Sinergi dengan Panitia dan Pemerintah Kecamatan

Personel Pengaman Internal Terate (PAMTER) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kebonagung, Cabang Pacitan, Pusat Madiun, terlibat dalam pengamanan kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Sabtu (17/10/2026).

Keterlibatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan pendelegasian personel dari Panitia HSN Kecamatan Kebonagung untuk membantu menjaga ketertiban selama berlangsungnya kegiatan. Penugasan ini menjadi bagian dari sinergi antara organisasi kemasyarakatan, panitia penyelenggara, pemerintah kecamatan, dan unsur terkait dalam mendukung kelancaran agenda keagamaan dan kemasyarakatan.

Dalam pelaksanaannya, personel PAMTER PSHT difokuskan pada sejumlah titik kegiatan, di antaranya Festival Anak Sholeh (FAS) di Pendopo Kecamatan Kebonagung dan Bazar Santri yang berpusat di halaman Kantor Kecamatan Kebonagung.

Komandan Pasukan PAMTER PSHT Ranting Kebonagung, Nurrazaq Aji Ramadha, menyampaikan bahwa keterlibatan personel merupakan bentuk tanggung jawab sosial organisasi sekaligus komitmen untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di lingkungan masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ini merupakan amanah serta bentuk sinergi kami bersama panitia, Pemerintah Kecamatan Kebonagung, dan segenap elemen masyarakat,” ujar Nurrazaq saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan, Sabtu (17/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan panitia pelaksana dan aparat terkait dilakukan untuk mengantisipasi potensi penumpukan massa maupun gangguan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antarlembaga dan organisasi kemasyarakatan di Kecamatan Kebonagung.

“Harapan kami, momentum Hari Santri Nasional ini tidak hanya berlangsung meriah dan lancar, tetapi juga semakin mempererat tali silaturahmi serta kebersamaan antarorganisasi dan masyarakat di Kecamatan Kebonagung,” katanya.

Peringatan HSN 2026 di Kecamatan Kebonagung melibatkan panitia penyelenggara, Pemerintah Kecamatan Kebonagung, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), serta berbagai unsur lembaga pendidikan Islam dan organisasi kemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan pada 17 Oktober 2026 meliputi Festival Anak Sholeh, lomba keagamaan antarmadrasah diniyah, Pawai Ta’aruf, Bazar Santri, dan pentas seni budaya Islam. Agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HSN di tingkat kecamatan yang juga mencakup kegiatan keagamaan, apel Hari Santri, ziarah masyayikh, dan bakti sosial penyaluran air bersih.

Keterlibatan PAMTER PSHT dalam pengamanan kegiatan tersebut menjadi bentuk partisipasi organisasi kemasyarakatan dalam mendukung penyelenggaraan agenda keagamaan di tingkat lokal. Sinergi dengan panitia, pemerintah kecamatan, dan unsur terkait diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung kegiatan masyarakat yang tertib, aman, dan memperkuat kebersamaan.

Kapolres Pacitan Berikan Piagam Penghargaan kepada Komandan Pamter SH Terate Cabang Pacitan, Perkuat Sinergitas Menjaga Kamtibmas

Kapolres Pacitan Berikan Piagam Penghargaan kepada Komandan Pamter SH Terate Cabang Pacitan, Perkuat Sinergitas Menjaga Kamtibmas

Polres Pacitan memberikan penghargaan kepada sejumlah personel kepolisian, tokoh organisasi pencak silat, serta aparatur desa yang dinilai berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, khususnya selama pelaksanaan pengesahan warga baru organisasi pencak silat di Kabupaten Pacitan.

Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pacitan di Lapangan Apel Polres Pacitan, Jalan Ahmad Yani Nomor 60, Pacitan, pada Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pemberian Penghargaan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia serta mengacu pada Rencana Kerja Polres Pacitan Tahun Anggaran 2026.

Di antara penerima penghargaan terdapat sejumlah tokoh pencak silat yang dinilai berhasil mengoordinasikan pengamanan swakarsa sehingga pelaksanaan pengesahan warga baru berjalan aman dan damai. Antara lain adalah Ketua Pengamanan Terate (Pamter) Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan Pusat Madiun, Sanyoto Ali Murti, Ketua Korlap PSHT Parluh 16 Anugrah Sarjana, serta Ketua Korlap PSH Winongo Ki Balal Mustakim Agustian.

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, S.H., S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi dari Polri kepada seluruh pihak yang telah mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan daerah merupakan hasil sinergi antara kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat.

“Kondusivitas daerah tidak bisa diwujudkan oleh kepolisian sendiri, melainkan atas sinergi yang kokoh bersama elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan pencak silat. Kami berharap momentum ini mempererat kemitraan strategis demi kedamaian Pacitan yang berkelanjutan,” ujar AKBP Ayub Diponegoro Azhar.

Menanggapi penghargaan tersebut, Komandan Pamter SH Terate Cabang Pacitan Pusat Madiun, Sanyoto Ali Murti atau yang akrab disapa Mas Plendik, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Polres Pacitan. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran PSHT untuk terus meningkatkan peran dalam menjaga ketertiban serta membina anggotanya agar senantiasa taat hukum.

“Penghargaan ini adalah kehormatan bagi kami. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Polres Pacitan dan memastikan seluruh warga swakarsa dari PSHT berkontribusi positif, menjaga persaudaraan, serta menghindari potensi gesekan di lapangan demi kenyamanan seluruh warga Pacitan,” ungkap Sanyoto.

Selain memberikan penghargaan kepada tokoh organisasi pencak silat, Polres Pacitan juga memberikan apresiasi kepada sejumlah anggota Polri dan elemen masyarakat lainnya yang menorehkan prestasi. Di bidang olahraga, penghargaan diberikan kepada Tim Bola Voli Polres Pacitan beserta para atlet judo yang berhasil meraih juara dalam ajang Piala Kapolda Jawa Timur Tahun 2026.

Penghargaan juga diberikan kepada Tim Reserse Kriminal yang dipimpin Aipda Pujiyono atas keberhasilan mengungkap secara cepat kasus tindak pidana penganiayaan berat dengan modus penyiraman air keras.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, penghargaan diserahkan kepada unsur Tiga Pilar Kamtibmas Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, yakni Kepala Desa Trina Subagiya, Bhabinkamtibmas Briptu Purwo Bayu, dan Babinsa Sertu Muhammad Kediri. Ketiganya berhasil mengharumkan nama Kabupaten Pacitan setelah meraih Juara I Lomba Apresiasi Tiga Pilar Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Copyright PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CAB. PACITAN