Kontingen Dewo Amral SH Terate Pacitan Pusat Madiun Raih 54 Medali dan Juara Umum 2 Piala Panglima TNI 2026

Kontingen Dewo Amral SH Terate Pacitan Pusat Madiun Raih 54 Medali dan Juara Umum 2 Piala Panglima TNI 2026

Kontingen Dewo Amral di bawah naungan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pacitan Pusat Madiun kembali mengharumkan nama daerah. Sebanyak 50 atlet berhasil meraih total 54 medali dan dinobatkan sebagai Juara Umum 2 Kategori SMA dan Dewasa pada ajang Open Tournament Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026.

Kejuaraan nasional tersebut berlangsung di GOR Manahan, Surakarta, pada 11–13 September 2026. Sebelumnya, seluruh kontingen diberangkatkan secara resmi dari Pacitan pada Kamis, 10 September 2026.

Dari total 54 medali yang diraih, rinciannya adalah 18 medali emas, 22 medali perak, dan 14 medali perunggu. Prestasi gemilang ini tersebar di lima kategori usia, mulai dari Usia Dini 1 hingga Dewasa.

Rincian Perolehan Medali dan Nama Atlet

  1. KATEGORI USIA DINI 1 | Total 8 Medali: 3 Emas, 4 Perak, 1 Perunggu
    Emas:
    • Raffaza Zyggy Wirawan – Tanding
    • Yusuf Adyatma Havi Kautaman – Tanding
    • Dzakira Anka Nijananda – Solo Kreatif
    Perak:
    • Muhammad Kenzo Alvaro – Tanding
    • Zehan Maulana Prasetya – Tanding
    • Joy Al Farizi – Tanding
    • Aizha Azzahra Laksono – Tanding
    Perunggu:
    • Kinarian Narayani – Tanding
  2. KATEGORI USIA DINI 2 | Total 12 Medali: 3 Emas, 6 Perak, 3 Perunggu
    Emas:
    • Dprio Anka Niang – Tanding
    • Safitri Bintang Syahira – Tanding
    Perak:
    • Atif Aslam Fahrizal – Tanding
    • Damar Maulana Al Faiq – Tanding
    • Arzhanka Dzaki Verdian – Tanding
    • Risang Abimanyu – Tanding
    • Elang El Noviandani – Tanding
    • Javas Ananda Wukirjaladri – Tanding
    Perunggu:
    • Dprio Anka Niang – Tanding
    • Arghanta Zygco Wirawan – Tanding
    • Safitri Bintang Syahira – Tanding
  3. KATEGORI PRAREMAJA | Total 19 Medali: 5 Emas, 7 Perak, 7 Perunggu
    Emas:
    • Neviola Eka Saputri – Tunggal
    • Zulfa Roudhotul Ma’wa – Tanding
    • Shakila Mutiara Setia Budi – Tanding
    • Kheyla Azzahra Saputri – Tanding
    • Mayzela Anasya Putri – Tanding
    Perak:
    •
    Zinan Akito Satoshi – Solo Kreatif
    • Tunjung Harimurti – Tanding
    •  Galih Dwiky Alvaro – Tanding
    • Bintang Tsaqib Zulfahmi – Tanding
    • Pangeran Ruby Andalanea – Tanding
    • Dinda Dinni Auliyana – Tanding
    • Safitri Bintang Syahira – Tanding
    Perunggu:
    • Muhammad Kenzi Risqi – Tanding
    • Bintang Tsaqib Zulfahmi – Tanding
    • Alif Narendra P. – Tanding
    • Fasha Ibrahim I. – Tanding
    • Najwa Ihsan Maulida – Tanding
    • Leilany Myeisha Jacinda Putri – Tanding
    • Auful Kaila Wazinu Bilqis – Tunggal
  4. KATEGORI REMAJA | Total 9 Medali: 4 Emas, 3 Perak, 2 Perunggu
    Emas*:
    • Zahra Ramadanisabila – Tanding
    • Natasya Wulan Lutpitasari – Tanding
    • Bunga Febriani Putri – Tanding
    • Vellen Wahyu Saputra – Tanding
    Perak:
    • Aldito Setya Putra – Tanding
    • Danny Septian Andra Wicaksono – Tanding
    • Poundra Wira Suryo Utomo – Tanding
    Perunggu:
    • Lutfan Avriliano – Tanding
    • Satria Abimanyuz – Tanding
  5. KATEGORI DEWASA | Total 7 Medali: 4 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu
    Emas:
    • Galang Puspo Handoyo – Tanding
    • Muhammad Abdul Latif – Tanding
    • Rasta Jaya Fatikasari – Tanding
    • Isnaini Qurrota A’yunin – Solo Kreatif
    Perak:
    • Galang Puspo Handoyo – Tanding
    • Galang Puspo Handoyo – Tanding
    Perunggu:
    • Khansa Janeeta Fathi Athaya – Tanding

GRAND TOTAL: 54 MEDALI
18 Emas | 22 Perak | 14 Perunggu

Sekretaris PSHT Cabang Pacitan, Kangmas Dr. Arif Setia Budi, S. Sos., MPA, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh atlet dan pelatih.

“Pencak silat prestasi merupakan olahraga yang cukup digandrungi pada saat ini, terutama di usia dini 1, usia dini 2, kemudian di pra-remaja maupun remaja. Untuk mempertahankan eksistensi pencak silat di Indonesia, maka diperlukan pendidikan prestasi mulai sejak dini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kangmas Arif mengapresiasi peran klub Dewo Amral sebagai salah satu upaya pembinaan di Kabupaten Pacitan. “Syukur alhamdulillah, PSHT Cabang Pacitan juga ada klub yang namanya adalah Dewo Amral. Dewo Amral ini adalah salah satu upaya kita bersama dan digagas bersama khususnya Mas Angga dan Mas Habib yang selalu mendampingi adik-adik kita di Kabupaten Pacitan. Syukur alhamdulillah dalam Piala Panglima TNI tahun 2026 di Surakarta, Dimanahan Solo bisa meraih juara umum 2,” ungkapnya.

Ia juga berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan menjaga nama baik PSHT Pusat Madiun. “Saat ini kita harus bisa memberikan bukti nyata pada masyarakat bahwa pencak silat ini bisa mengikuti perkembangan zaman, terutama untuk para generasi-generasi saat ini. Karena generasi-generasi saat ini harus dikenalkan dengan budaya bangsa yaitu pencak silat melalui prestasi-prestasi,” pungkasnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan berkelanjutan di tingkat klub mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di kancah nasional.

50 Atlet Dewo Amral SH Terate Pacitan Bertolak ke Solo, Siap Berlaga di Piala Panglima TNI

50 Atlet Dewo Amral SH Terate Pacitan Bertolak ke Solo, Siap Berlaga di Piala Panglima TNI

Kontingen Dewo Amral di bawah naungan Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Pacitan resmi berangkat menuju Surakarta, Kamis (10/9/2026). Sebanyak 50 atlet dipersiapkan untuk tampil dalam ajang nasional Open Tournament Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di GOR Manahan, Surakarta.

Kejuaraan yang berlangsung pada 11–13 September 2026 tersebut menjadi salah satu ajang bergengsi bagi para pesilat dari berbagai daerah. Pertandingan mencakup sejumlah kategori usia, mulai Pra Usia Dini, Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, Dewasa/Mahasiswa, hingga TNI/Polri.

Selain nomor tanding, kejuaraan ini juga mempertandingkan nomor Jurus Tunggal, Jurus Ganda, Jurus Beregu, serta Jurus Solo Kreatif. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp350 juta.

Menjelang keberangkatan, dua pelatih Kontingen Dewo Amral, Mas Priyo Angga dan Mas Muhammad Habib, memberikan motivasi kepada seluruh atlet yang akan berlaga. Keduanya berpesan agar para pesilat tampil tenang, percaya diri, dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik setelah menjalani rangkaian latihan dan persiapan.

“Keberangkatan hari ini adalah buah dari kerja keras dan latihan panjang yang telah kalian jalani di tempat latihan. Bertarunglah dengan hati yang tenang, tunjukkan kemampuan terbaik, dan yang terpenting, junjung tinggi sportivitas serta nama baik SH Terate Cabang Pacitan di gelanggang nasional. Menang atau kalah adalah proses, tetapi memberikan penampilan yang maksimal adalah harga mati,” ujar Mas Priyo Angga.

Sementara itu, Mas Muhammad Habib turut menekankan pentingnya menjaga kekompakan, disiplin, dan mental bertanding selama mengikuti kejuaraan. Menurutnya, setiap atlet tidak hanya membawa target prestasi, tetapi juga membawa nama baik Kontingen Dewo Amral dan SH Terate Cabang Pacitan di tingkat nasional.

Pada kejuaraan tersebut, Kontingen Dewo Amral menurunkan atlet dari berbagai kelompok usia dan nomor pertandingan. Mereka terdiri atas:

Usia Dini dan Pra Usia Dini: Elang El Noviandani (Kelas K), Joy Al Farizi (Kelas C), Arghanta Zygco Wirawan (Kelas B), Raffaza Zyggy Wirawan (Kelas Under), Kinarian Narayani (Kelas C), Atif Aslam Fahrizal (Kelas A), Muhammad Kenzo Alvaro (Kelas Under), Yusuf Adyatma Havi Kautaman (Kelas A), Javas Ananda Wukirjaladri (Kelas A), Dprio Anka Niang (Kelas B), Arzhanka Dzaki Verdian (Kelas B), Zehan Maulana Prasetya (Kelas Under), Aizha Azzahra Laksono (Kelas B), dan Risang Abimanyu (Kelas Under).

Pra Remaja: Tunjung Harimurti (Kelas H), Kheyla Azzahra Saputri (Kelas L), Muhammad Kenzi Risqi (Kelas F), Shakila Mutiara Setia Budi (Kelas G), Pangeran Ruby Andalanea (Kelas G), Leilany Myeisha Jacinda Putri (Kelas F), Najwa Ihsan Maulida (Kelas C), Fasha Ibrahim I. (Kelas G), Kili Suci Kusumaning Rat (Kelas G), Bintang Tsaqib Zulfahmi (Kelas H), Galih Dwiky Alvaro (Kelas E), Mayzela Anasya Putri (Kelas J), Zafran Khairy Nabhan (Kelas B), dan Auvul Kaila W. B. (Tunggal Tangan Kosong).

Remaja: Aldito Setya Putra (Kelas B), Zahra Ramadanisabila (Kelas C), Zulfa Roudhotul Ma’wa (Kelas A), Poundra Wira Suryo Utomo (Kelas E), Natasya Wulan Lutpitasari (Kelas B), Lutfan Avriliano (Kelas E), Alif Narendra P. (Kelas H), Dinda Dinni Auliyana (Kelas Under), Danny Septian Andra Wicaksono (Kelas D), Satria Abimanyuz (Kelas D), Bunga Febriani Putri (Kelas B), dan Vellen Wahyu Saputra (Kelas D).

Dewasa dan Seni: Galang Puspo Handoyo (Kelas D), Khansa Janeeta Fathi Athaya (Kelas B), Rasta Jaya Fatikasari (Kelas B Dewasa), Muhammad Abdul Latif (Kelas D), Damar Maulana Al Faiq (Kelas D), Safitri Bintang Syahira (Kelas C), Neviola Eka Saputri (Seni Tunggal Putri), Zinan Akito Satoshi (Seni Solo Kreatif), Dzakira Anka Nijananda (Seni Solo Kreatif), serta Isnaini Qurrota A’yunin (Kelas Seni).

Dengan persiapan yang telah dilakukan selama masa latihan, Kontingen Dewo Amral Pacitan optimistis mampu memberikan penampilan terbaik di arena pertandingan. Selain mengejar prestasi, para atlet diharapkan mampu membawa nama baik SH Terate Cabang Pacitan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan.

Mengusung semangat “Prestasi Olahraga TNI, Prestasi Olahraga Indonesia”, kontingen Pacitan berharap perjuangan para atlet di GOR Manahan dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan mereka di dunia pencak silat.

HUT ke-104 SH Terate, Wilujengan Jadi Momentum Mengenang Leluhur dan Memperkuat Persaudaraan

HUT ke-104 SH Terate, Wilujengan Jadi Momentum Mengenang Leluhur dan Memperkuat Persaudaraan

MADIUN – Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Pusat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 melalui Wilujengan Persaudaraan, Rabu (2/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Padepokan Graha Kridha Budaya, Jalan Merak No. 17, Kota Madiun, tersebut diisi dengan doa bersama serta kirim doa bagi para leluhur dan pendahulu organisasi.

Wilujengan Persaudaraan menjadi momentum bagi keluarga besar SH Terate untuk mengenang jasa para sesepuh sekaligus memperkuat nilai persaudaraan, kerukunan, dan kebersamaan yang selama ini menjadi landasan perjalanan organisasi.

Prosesi doa bersama dipimpin Ketua Bidang Kerohanian Pusat SH Terate, Kangmas Dr. K.H. Suntoyo, M.Ag. Setelah doa, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang SH Terate yang kini telah memasuki usia 104 tahun.

Ketua Dewan Pusat SH Terate, Kangmas H. Issoebijantoro, S.H., melakukan pemotongan tumpeng dan menyerahkannya kepada Ketua Umum SH Terate, Kangmas Drs. H.R. Moerdjoko H.W. Prosesi tersebut tidak hanya menjadi simbol peringatan hari ulang tahun, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para pendiri, sesepuh, dan leluhur yang telah meletakkan dasar perjuangan SH Terate hingga berkembang dan dikenal luas oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kangmas H. Issoebijantoro menegaskan bahwa perjalanan 104 tahun harus dimaknai dengan rasa syukur sekaligus tanggung jawab untuk mempertahankan nilai-nilai luhur organisasi. Momentum HUT, menurutnya, menjadi pengingat bagi seluruh warga SH Terate agar senantiasa menjunjung tinggi persaudaraan, menjaga keharmonisan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum SH Terate, Kangmas Drs. H.R. Moerdjoko H.W., menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-104 merupakan momentum untuk semakin mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar SH Terate. Menurutnya, usia 104 tahun bukan sekadar angka, melainkan refleksi atas perjalanan panjang dalam mempertahankan ajaran, tradisi, dan nilai persaudaraan yang diwariskan oleh para pendahulu.

Ia mengajak seluruh warga SH Terate menjadikan persaudaraan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi perkembangan zaman. Nilai-nilai luhur SH Terate diharapkan tidak berhenti sebagai pedoman di lingkungan organisasi, tetapi juga diwujudkan melalui sikap yang mampu menjaga kedamaian dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Wilujengan ini menjadi momentum untuk mengenang dan mendoakan para leluhur serta para pendahulu yang telah berjasa. Dari mereka kita belajar tentang perjuangan, ketulusan, persaudaraan, dan tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai luhur SH Terate,” demikian pesan yang menjadi semangat dalam peringatan HUT ke-104 tersebut.

Kegiatan Wilujengan Persaudaraan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Madiun, Ketua Dewan Pusat, Ketua Umum, serta jajaran Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate.

Memasuki usia ke-104, SH Terate diharapkan semakin mampu menjaga persaudaraan di antara seluruh warganya, memperkuat peran sosial organisasi, dan terus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semakin panjang perjalanan sebuah organisasi, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga warisan nilai, menghormati jasa para pendahulu, serta memastikan semangat persaudaraan tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Kapolres Pacitan Berikan Piagam Penghargaan kepada Komandan Pamter SH Terate Cabang Pacitan, Perkuat Sinergitas Menjaga Kamtibmas

Kapolres Pacitan Berikan Piagam Penghargaan kepada Komandan Pamter SH Terate Cabang Pacitan, Perkuat Sinergitas Menjaga Kamtibmas

Polres Pacitan memberikan penghargaan kepada sejumlah personel kepolisian, tokoh organisasi pencak silat, serta aparatur desa yang dinilai berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, khususnya selama pelaksanaan pengesahan warga baru organisasi pencak silat di Kabupaten Pacitan.

Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pacitan di Lapangan Apel Polres Pacitan, Jalan Ahmad Yani Nomor 60, Pacitan, pada Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pemberian Penghargaan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia serta mengacu pada Rencana Kerja Polres Pacitan Tahun Anggaran 2026.

Di antara penerima penghargaan terdapat sejumlah tokoh pencak silat yang dinilai berhasil mengoordinasikan pengamanan swakarsa sehingga pelaksanaan pengesahan warga baru berjalan aman dan damai. Antara lain adalah Ketua Pengamanan Terate (Pamter) Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan Pusat Madiun, Sanyoto Ali Murti, Ketua Korlap PSHT Parluh 16 Anugrah Sarjana, serta Ketua Korlap PSH Winongo Ki Balal Mustakim Agustian.

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, S.H., S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi dari Polri kepada seluruh pihak yang telah mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan daerah merupakan hasil sinergi antara kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat.

“Kondusivitas daerah tidak bisa diwujudkan oleh kepolisian sendiri, melainkan atas sinergi yang kokoh bersama elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan pencak silat. Kami berharap momentum ini mempererat kemitraan strategis demi kedamaian Pacitan yang berkelanjutan,” ujar AKBP Ayub Diponegoro Azhar.

Menanggapi penghargaan tersebut, Komandan Pamter SH Terate Cabang Pacitan Pusat Madiun, Sanyoto Ali Murti atau yang akrab disapa Mas Plendik, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Polres Pacitan. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran PSHT untuk terus meningkatkan peran dalam menjaga ketertiban serta membina anggotanya agar senantiasa taat hukum.

“Penghargaan ini adalah kehormatan bagi kami. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Polres Pacitan dan memastikan seluruh warga swakarsa dari PSHT berkontribusi positif, menjaga persaudaraan, serta menghindari potensi gesekan di lapangan demi kenyamanan seluruh warga Pacitan,” ungkap Sanyoto.

Selain memberikan penghargaan kepada tokoh organisasi pencak silat, Polres Pacitan juga memberikan apresiasi kepada sejumlah anggota Polri dan elemen masyarakat lainnya yang menorehkan prestasi. Di bidang olahraga, penghargaan diberikan kepada Tim Bola Voli Polres Pacitan beserta para atlet judo yang berhasil meraih juara dalam ajang Piala Kapolda Jawa Timur Tahun 2026.

Penghargaan juga diberikan kepada Tim Reserse Kriminal yang dipimpin Aipda Pujiyono atas keberhasilan mengungkap secara cepat kasus tindak pidana penganiayaan berat dengan modus penyiraman air keras.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, penghargaan diserahkan kepada unsur Tiga Pilar Kamtibmas Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, yakni Kepala Desa Trina Subagiya, Bhabinkamtibmas Briptu Purwo Bayu, dan Babinsa Sertu Muhammad Kediri. Ketiganya berhasil mengharumkan nama Kabupaten Pacitan setelah meraih Juara I Lomba Apresiasi Tiga Pilar Tingkat Provinsi Jawa Timur.

PSHT Pusat Madiun Salurkan Bantuan Rp4 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh

PSHT Pusat Madiun Salurkan Bantuan Rp4 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh

Hujan deras yang mengguyur Kota Madiun tidak menghalangi langkah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana alam di sejumlah daerah, khususnya Sumatera dan Aceh. Prosesi pemberangkatan bantuan dilaksanakan di Graha Krida Budaya, Jalan Merak Nomor 17, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Minggu (14/12/2025) pukul 10.00 WIB.

Ketua Umum SH Terate, Kangmas Drs. R. Moerdjoko H.W., menjelaskan bahwa bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Aceh. Bantuan ini merupakan hasil kepedulian keluarga besar SH Terate yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri, dengan total nilai mencapai Rp4 miliar.

Bantuan yang dihimpun terdiri atas logistik dan dana tunai. Untuk logistik, SH Terate menyalurkan 17 ton beras, minyak goreng, gula, pakaian layak pakai, serta 225 unit kompor gas dua tungku guna mendukung operasional dapur umum. Nilai bantuan logistik tersebut diperkirakan mencapai Rp1,9 miliar, sementara bantuan uang tunai yang disiapkan sebesar Rp2,1 miliar.

Seluruh bantuan logistik dikirim melalui jalur laut dengan melibatkan kerja sama bersama TNI Angkatan Laut, menggunakan kapal Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta. Adapun bantuan uang tunai akan disalurkan secara langsung kepada warga terdampak, khususnya mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga kehilangan tempat tinggal. Penyaluran ini merupakan tahap awal dari rangkaian bantuan yang telah direncanakan.

PSHT Pusat Madiun juga telah menyiapkan bantuan lanjutan pada tahap kedua, yang akan difokuskan pada kebutuhan pokok penunjang pemulihan masyarakat terdampak bencana. Pada tahap ini, SH Terate tidak lagi menerima bantuan berupa pakaian.

Sementara itu, Ketua Dewan Pusat SH Terate, Kangmas H. Issoebijantoro, SH, menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan SH Terate dalam membantu sesama. Ia berharap bantuan yang berasal dari seluruh cabang tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Kontingen SH Terate Pacitan Torehkan 18 Medali di Kejuaraan Raden Mas Said VI 2025

Kontingen SH Terate Pacitan Torehkan 18 Medali di Kejuaraan Raden Mas Said VI 2025

Kontingen pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pacitan – Pusat Madiun mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Raden Mas Said VI Championship Se-Jawa Bali Tahun 2025. Gelaran yang berlangsung pada 7–9 November 2025 di GOR Giri Mandala, Wonogiri, ini diikuti ratusan pesilat dari berbagai daerah dan kelompok usia, mulai Pra Usia Dini hingga Dewasa, pada kategori Pemasalan maupun Prestasi.

Dalam kejuaraan tersebut, kontingen PSHT Pacitan sukses membawa pulang total 18 medali, terdiri dari 6 medali emas, 5 medali perak, dan 7 medali perunggu. Capaian ini menjadi bukti perkembangan kualitas atlet muda Pacitan yang terus menunjukkan daya saing di tingkat regional.

Berikut daftar perolehan medali kontingen PSHT Cabang Pacitan:

• Dzakira Anka N – Solo Kreatif Pra Dini (Emas)
• Javas Wukirjaladri – Tanding Under C Usia Dini (Perak)
• Dprio Anka N – Tanding Kelas B Usia Dini (Perunggu)
• Yusuf Adyatma HK – Tanding Kelas A Usia Dini (Emas)
• Arjuna Cahya A – Tanding Kelas C Usia Dini (Perunggu)
• Safitri Bintang S – Tanding Kelas F Usia Dini (Perunggu)
• Nabila Kirana – Tanding Kelas K Usia Dini (Emas)
• Syakila Setia Budi – Tanding Kelas K Usia Dini (Perunggu)
• Bilqil Auful – Seni Tunggal (Perak)
• Zinan Akito – Tanding Kelas A Usia Dini (Perak)
• Tunjung Harimurti – Tanding Kelas M Usia Dini Putra (Emas)
• Aldito S – Tanding Kelas D Pra Remaja (Perunggu)
• Bintang Tsaqib Z – Tanding Kelas F Pra Remaja (Perunggu)
• Satria Abimanyu – Tanding Kelas H Pra Remaja (Perak)
• Keyla Putri – Tanding Kelas K Pra Remaja (Perak)
• Poundra – Tanding Kelas G (Perunggu)
• Isnaini Qurrota A – Solo Kreatif Dewasa (Emas)
• Muhammad Latif – Tanding Kelas E Dewasa (Emas)

Sementara itu, beberapa atlet belum berhasil meraih medali, yakni Galang Puspo H (Kelas F Remaja Putra), Ritan Satria W (Kelas D Dewasa Putra), dan Rasta Fatikasari (Kelas D Remaja Putri.

Kangmas Arif Setia Budi selaku Sekretaris PSHT Cabang Pacitan yang turut mendampingi kontingen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet. Ia menegaskan bahwa para pesilat telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa sejak awal persiapan hingga pertandingan berakhir. Baginya, keberanian, disiplin, serta rasa persaudaraan yang ditunjukkan para atlet merupakan nilai penting yang tidak bisa diukur hanya dari hasil medali.

“Jadikan pengalaman sebagai langkah awal untuk maju. Apa pun hasil yang diraih hari ini, itu adalah bagian dari proses pembentukan diri. Teruslah berlatih, tetap rendah hati, dan jangan pernah berhenti memperbaiki kekurangan,” ujarnya. Kangmas Arif juga menambahkan bahwa setiap kejuaraan adalah ruang belajar yang berharga bagi atlet untuk mengenal batas diri, mengasah mental, dan menumbuhkan rasa percaya diri. “Saya berharap adik-adik tidak hanya menjadi pesilat yang kuat, tetapi juga pribadi yang berkarakter, matang, dan mampu membawa nama baik PSHT di mana pun berada,” tambahnya.

Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para atlet yang berlatih di bawah binaan Club Junior Fighter Club Dewo Amral. Pelatih Mas Angga dan Mas Habib menjadi sosok penting dalam pembinaan para pesilat muda tersebut.

Mas Habib menyampaikan rasa syukurnya atas capaian yang diraih. “Alhamdulillah, dari 21 atlet yang kami bawa, 18 di antaranya berhasil memperoleh medali,” tuturnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar tetap konsisten dalam latihan. “Untuk yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Masih banyak event lain yang menanti. Yang sudah meraih medali juga harus tetap berlatih lebih giat, jangan terlena ataupun menjadi sombong. Tetap rendah hati,” pesannya.

“Menang dan kalah adalah hal biasa. Yang terpenting adalah niat dan tekad adik-adik untuk terus berlatih dan berjuang demi membentuk karakter pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Menjaga Warisan Luhur, Kangmas R. Moerdjoko HW Raih Penghargaan dari CNN Indonesia Awards 2025

Menjaga Warisan Luhur, Kangmas R. Moerdjoko HW Raih Penghargaan dari CNN Indonesia Awards 2025

Kebanggaan tengah menyelimuti keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate). Sosok penting dalam organisasi ini, Kangmas Drs. R. Moerdjoko H.W., menerima penghargaan (Award) atas dedikasi dan kiprahnya dalam mengembangkan SH Terate, baik di Indonesia maupun hingga ke berbagai negara di dunia.

Apresiasi ini menjadi bentuk penghormatan atas kerja keras beliau dalam menjaga kemurnian ajaran dan nilai-nilai luhur Setia Hati Terate. Di bawah kiprahnya, organisasi yang berlandaskan persaudaraan sejati ini berkembang pesat, dengan lebih dari 10 juta warga yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk luar negeri.

Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate, Kangmas Drs. H. Moerdiono H.W., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh CNN Indonesia Awards 2025.

“Atas nama seluruh keluarga besar SH Terate, kami mengucapkan terima kasih kepada CNN Indonesia. Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan seluruh warga SH Terate, baik di tanah air maupun di mancanegara,” ungkap Kangmas R. Moerdjoko HW, Jumat (31/10).

Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa semangat tulus dalam mengembangkan ajaran SH Terate terus mendapat pengakuan dan kepercayaan publik.

“Semoga apresiasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mengembangkan SH Terate, dengan tetap berpegang pada nilai Persaudaraan, Olahraga, dan Bela Diri, serta menjunjung tinggi budi pekerti luhur,” ujarnya.

Kangmas R. Moerdjoko HW juga menyerukan kepada seluruh warga SH Terate untuk terus mempererat persaudaraan dan menjaga semangat perjuangan para pendahulu.

“Marilah kita terus meneladani para sesepuh, menjaga kekompakan, dan mengamalkan ajaran luhur SH Terate dengan hati bersih dan tekad yang kuat demi kemaslahatan bersama,” tutupnya.

Kontingen SH Terate Pacitan Raih 15 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Piala Walikota Solo

Kontingen SH Terate Pacitan Raih 15 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Piala Walikota Solo

Kontingen Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pacitan menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih total 15 medali pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Piala Walikota Solo – Surakarta Open Competition I yang berlangsung pada 17–19 Oktober 2025 di GOR FKOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Dalam kejuaraan yang diikuti berbagai kontingen dari sejumlah daerah tersebut, PSHT Cabang Pacitan menurunkan 14 atlet yang berlaga di berbagai kategori, mulai dari Pra Dini, Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa. Para pesilat muda Pacitan tampil dengan semangat tinggi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di setiap kelas yang diikuti.

Hasilnya, kontingen Pacitan berhasil memborong 6 medali emas, 6 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Perolehan medali PSHT Cabang Pacitan:

  • Medali Emas (6): Dzakira Anka N (Solo Kreatif Pra Dini), Dprio Anka N (Tanding Kelas F Usia Dini dan Solo Kreatif Usia Dini), Zinan Akito (Solo Kreatif Pra Remaja), Galang Puspo H (Tanding Kelas F Remaja dan Solo Kreatif Usia Remaja).

  • Medali Perak (6): Yusuf Adyatma HK (Tanding Kelas E Usia Dini), Arjuna Cahya A (Tanding Kelas C Usia Dini), Satria Abimanyu (Tanding Kelas H Pra Remaja), Keyla Putri (Tanding Kelas K Pra Remaja), Isnaini Qurrota A (Solo Kreatif Dewasa), dan Ritan Satria W (Tanding Kelas E Dewasa).

  • Medali Perunggu (3): Safitri Bintang S (Tanding Kelas F Usia Dini), Aldito S (Tanding Kelas D Pra Remaja), dan Bintang Tsaqib Z (Tanding Kelas G Pra Remaja).

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kerja keras para atlet, pelatih, serta jajaran official PSHT Cabang Pacitan dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat regional tersebut. Tim pelatih yang mendampingi adalah Muhamad Habib dan Angga, sedangkan official terdiri dari Budi, Gatot, Isna, dan Inka.

Salah satu pelatih, Muhammad Habib, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. “Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan warga SH Terate Cabang Pacitan untuk terus berlatih, menjaga sportivitas, serta mengharumkan nama organisasi dan daerah di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen PSHT Cabang Pacitan dalam mencetak atlet pencak silat berprestasi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, sportivitas, dan kehormatan.

Kontingen SH Terate Pacitan Sabet 11 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Sukoharjo Champion Series 2025

Kontingen SH Terate Pacitan Sabet 11 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Sukoharjo Champion Series 2025

Kejuaraan Pencak Silat Sukoharjo Champion Series 2025 Tingkat Nasional sukses digelar di GOR Bung Karno Sukoharjo pada 30–31 Agustus 2025. Ajang bergengsi ini mempertandingkan berbagai kategori mulai dari Pra Usia Dini, Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa.

Ribuan pesilat dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kompetisi ini untuk memperebutkan Trophy Kapolres Sukoharjo, Trophy Kemenpora RI, dan Trophy PB IPSI.

Kontingen Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pacitan di bawah pendampingan official Mas Muhammad Habib dan Mas Angga Priyo tampil membanggakan dengan torehan prestasi: 3 medali emas, 6 medali perak, dan 2 medali perunggu, serta 1 kategori yang meski belum meraih medali, tetap memberikan perjuangan terbaik di arena.

Rincian perolehan medali:

  • Kategori Solo Kreatif Usia Dini

    • Dprio Anka Niang (Junior PSHT Rayon Ploso Ranting Pacitan) – Perak

    • Zinan Kito Satoshi (Rayon Punjung Ranting Kebonagung) – Emas

  • Kategori Solo Kreatif Remaja

    • Galang Puspo Handoyo (Ranting Ngadirojo) – Perak

    • Isna Qurrota A’yunin (Rayon Punjung Ranting Kebonagung) – Emas

  • Kategori Tanding Usia Dini

    • Safitri Bintang Sahira (Junior PSHT Rayon Ploso Ranting Pacitan) – Perak

    • Dprio Anka Niang – Emas

    • Yusuf Adyatma Havi (Rayon Tambakrejo Ranting Pacitan) – Perak

    • Arjuna Cahya Al Farizi (Junior PSHT Rayon Ploso Ranting Pacitan) – Perak

  • Kategori Tanding Pra Remaja

    • Muhammad Tegar Arraffi Prastiyo (Rayon Menadi Ranting Pacitan) – Perunggu

    • Bintang Tsaqib Zulfahmi (Junior PSHT Rayon Ploso Ranting Pacitan) – Perunggu

    • Satria Abimanyu (Junior PSHT Rayon Ploso Ranting Pacitan) – Perak

  • Kategori Tanding Dewasa

    • Ritan Satri Wibowo (Rayon Ploso Ranting Pacitan) – belum meraih medali, namun menunjukkan semangat juang tinggi dan menambah pengalaman berharga di level nasional.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda PSHT Pacitan mampu bersaing dengan pesilat terbaik dari berbagai daerah. Tak hanya itu, bagi atlet yang belum berhasil membawa pulang medali, pengalaman bertanding di panggung nasional adalah bekal yang sangat berharga untuk menatap prestasi di masa mendatang.

Karena dalam setiap pertandingan, kemenangan bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang keberanian, mental baja, dan tekad untuk terus berjuang.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga SH Terate khususnya Cabang Pacitan untuk terus berlatih, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Momen Jiwa Ksatria: Aksi Heroik Warga SH Terate di Pacitan Selamatkan Prosesi Sakral Kemerdekaan

Momen Jiwa Ksatria: Aksi Heroik Warga SH Terate di Pacitan Selamatkan Prosesi Sakral Kemerdekaan

Sebuah momen penuh makna terjadi saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Desa Kalipelus, Kecamatan Kebonagung, pada Minggu (17/8/2025).

  • Screenshot

Suasana khidmat seketika berubah menegangkan ketika tali bendera terlepas saat prosesi pengibaran. Seluruh peserta upacara sempat terdiam dan muncul rasa khawatir karena prosesi sakral itu hampir terganggu.

Namun, kondisi tersebut dapat segera teratasi berkat kesigapan Mas Yanto, warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Katipugal, Ranting Kebonagung, Cabang Pacitan, Pusat Madiun. Dengan penuh keberanian, ia memanjat tiang bendera untuk mengambil kembali tali yang terlepas.

Berkat aksinya, prosesi pengibaran bendera bisa kembali dilanjutkan dengan lancar dan khidmat. Tindakan spontan ini menjadi bukti nyata rasa cinta tanah air sekaligus wujud implementasi jiwa ksatria yang senantiasa dijunjung tinggi oleh warga PSHT.

Aksi heroik Mas Yanto kemudian menjadi sorotan publik setelah diunggah di akun media sosial resmi SH Terate Ranting Kebonagung melalui Instagram dan TikTok. Video tersebut mendapat banyak tanggapan positif dari netizen, yang memberikan pujian atas keberanian dan kepeduliannya dalam menjaga kehormatan Sang Saka Merah Putih.

Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan dan nasionalisme dapat hadir dari siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Copyright PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CAB. PACITAN