Berjalan Tertib dan Aman, PSHT Kebonagung Sukses Gelar Parapatan Ranting

Berjalan Tertib dan Aman, PSHT Kebonagung Sukses Gelar Parapatan Ranting

Kepengurusan struktural organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kebonagung gelar Parapatan atau musyawarah Ranting di Pendapa Kecamatan Kebonagung, Sabtu, (30/3/2024).

Rapat yang diketuai oleh Mas Bambang NC tersebut di saksikan team parapatan dari pengurus cabang Kangmas Djoko Harijanto sebagai perwakilan pengurus cabang sekaligus sebagai peserta parapatan, Mas Catur Wahyono dan Mas Danang Prihandoko sebagai peninjau cabang. Selain itu utusan dari pengurus ranting dan utusan rayon masing-masing 3 orang, dimana Ranting Kebonagung sendiri terdiri dari 15 rayon.

Berdasarkan hasi rapat pra parapatan pada tanggal 16 Maret 2024, team rapat mengusulkan satu nama, yaitu Kangmas Sarwono. Dan kemudian pada malam parapatan memutuskan dan menetapkan beliau sebagai ketua ranting Kebonagung Masa Bakti 2024 – 2027 secara aklamasi berdasarkan kesepakatan seluruh rayon se ranting Kebonagung.

“Saya berharap kepengurusan kedepan bisa lebih baik lagi, PSHT bisa berkembang di Kebonagung khususnya,” terang Kangmas Sarwono.

“Apabila ada masukan program untuk kemajuan organisasi saya harap untuk semua warga jangan sungkan-sungkan untuk menyampaikan kepada pengurus, kita selalu terbuka untuk semua masukan-masukan dari semua warga PSHT Kebonagung,” tambahnya.

“Saya juga berharap kedepannya kita juga punya padepokan sendiri,” pungkasnya.

Acara berjalan aman dan lancar sesuai alur yang sudah ditetapkan.

Terpilih Secara Aklamasi, Mas Nurul Latif Shirot Kembali Nahkodai PSHT Ranting Tegalombo

Terpilih Secara Aklamasi, Mas Nurul Latif Shirot Kembali Nahkodai PSHT Ranting Tegalombo

Parapatan Ranting Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tegalombo, Cabang Pacitan telah sukses digelar pada Sabtu, 29/3/2024, di Balai Desa Tegalombo.

Turut hadir team parapatan Pengurus Cabang, Kangmas Sarwono sebagai peserta parapatan sekaligus perwakilan ketua cabang Kangmas Nurwiyono. Mas Nova Arif Wibowo, dan Mas Budi Setiawan sebagai peninjau. Selain itu utusan dari pengurus ranting dan utusan rayon masing-masing 3 orang, dimana Ranting Tegalombo sendiri terdiri dari 6 rayon. Turut hadir pula PAMTER dan para sesepuh warga PSHT Ranting Tegalombo.

“Terima kasih banyak atas kedatangan tim cabang, semoga dengan adanya parapatan ini akan menjadikan persaudaraan sesama warga khusunya PSHT Ranting Tegalombo bisa jadi tambah rumaket,” terang Mas Latif selaku ketua ranting dalam sambutannya.

Sebagai perwakilan pengurus cabang, Kangmas Sarwono menyampaikan permohonan maaf karena ketua cabang tidak bisa hadir ke ranting Tegalombo.

“Parapatan ranting adalah kegiatan yg sudah berjalan sesuai dengan AD/ART, kegiatan ini dilaksanakan karena sudah ada acuan,” tutur Kangmas Sarwono

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua warga yang sudah menjalankan berbagai kegiatan di SH Terate, sehingga organisasi berjalan sesuai dengan semestinya. Saya samapikan juga titipan ketua cabang untuk calon warga baru 2024 agar di perhatikan dalam seleksi khususnya umur calon warga baru harus sesuai dengan aturan pusat atau AD/ART,” pungkasnya.

Hasil pra parapatan mengusulkan nama calon ketua ranting Mas Nurul Latif Shirot, dan malam itu juga beliau kembali terpilih sebagi ketua ranting periode 2024 – 2027 secara aklamasi.

Sebagai Barometer SH Terate di Kabupaten Pacitan, PSHT Ranting Pacitan Sukses Gelar Parapatan

Sebagai Barometer SH Terate di Kabupaten Pacitan, PSHT Ranting Pacitan Sukses Gelar Parapatan

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Pacitan, telah sukses menggelar Parapatan Ranting Masa Bakti 2024 – 2027. Parapatan tersebut digelar di Gedung YABI Pacitan, Minggu (24/3/2024).

Yang sebelumnya pada hari Senin, 18 Maret 2024 telah dilaksanakan Rapat Kerja Ranting dengan agenda khusus “Laporan Kerja Ranting dan Pengusulan Calon Ketua Ranting” yang menetapkan 3 (tiga) nama calon ketua Ranting Pacitan Masa Bakti Tahun 2024-2027, yaitu Mas Bangun Setyo Adi Nugroho, Mas Acir Hernowo, dan Mas Sukanto.

Parapatan di saksikan team parapatan dari pengurus cabang Kangmas Nurwiyono selaku ketua cabang sekaligus sebagai peserta parapatan, Kangmas Arif Setia Budi, Kangmas Suyono, Kangmas Sarwono, Kangmas Djoko Harijanto, Kangmas Sukoco, Kangmas Sutrisna, dan Kangmas Hadi Susilo sebagai peninjau parapatan. Selain itu utusan dari pengurus ranting dan utusan rayon masing-masing 3 orang, dimana Ranting Pacitan sendiri terdiri dari 18 rayon. Turut hadir pula PAMTER dan para sesepuh warga PSHT Ranting Pacitan.

Dalam sambutannya Ketua Cabang, Kangmas Nurwiyono menyampaikan siapapun yang terpilih, agar bisa menjadi kepanjangan tangan Cabang untuk menegakkan ajaran SH Terate.

“Semua harus bersinergi, menjaga nama baik SH Terate. Ranting Pacitan merupakan barometer untuk SH Terate di Kabupaten Pacitan. Perlu jadi contoh yg baik dalam urusan organisasi, administrasi, prestasi, dan sebagainya,” tuturnya.

Rapat yang diketuai oleh Mas Prayitno tersebut menghasilkan dan memutuskan Mas Sukanto sebagai ketua ranting Pacitan Masa Bakti 2024 – 2027. Setelah dilakukan voting atau pengambilan suara dari semua rayon se ranting Pacitan, Mas Sukanto mendapatkan suara paling unggul disusul Mas Bangun Setyo Adi Nugroho baru kemudian Mas Acir Hernowo.

Parapatan Perdana Komisariat Pendapa, Mas Prima Instandi Arizona Terpilih secara Aklamasi

Parapatan Perdana Komisariat Pendapa, Mas Prima Instandi Arizona Terpilih secara Aklamasi

Tahun 2021 adalah tahun terbentuknya Komisariat Pendapa Kabupaten Pacitan. Dengan ketua yang ditunjuk langsung oleh pengurus cabang pada waktu itu adalah Mas Putut Sudjarwo (Alm.). Namun kepengurusan yang baru berjalan kurang dari dua tahun itu takdir Tuhan berkata lain, Mas Putut Sudjarwo berpulang ke Rahmatullah, yang kemudian nahkoda dilanjutkan oleh Mas Acir Hernowo sebagai plt ketua.

Hingga sampai tahun ketiga perjalanan, tahun ini menjadi pertama kali Komisariat Pendapa Persaudaraan Setia Hati Terate menggelar Parapatan. Kegiatan diadakan di Gedung YABI Pacitan, 23/3/24.

Rapat disaksikan team parapatan dari pengurus cabang, Kangmas Nurwiyono dan Kangmas Arif Setia Budi. Dan secara aklamasi memutuskan Mas Prima Instandi Arizona sebagai Ketua Komisariat Pendapa masa bakti 2024 – 2027.

Parapatan Ranting PSHT Tulakan, Mas Tulus Wardoyo Kembali Nahkodai Ranting Tulakan

Parapatan Ranting PSHT Tulakan, Mas Tulus Wardoyo Kembali Nahkodai Ranting Tulakan

Kepengurusan struktural organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tulakan gelar Parapatan Ranting seusai salat Tarawih di Pendapa Kecamatan Tulakan, dengan tema Kebersamaan Menuju Persaudaraan yang Kokoh, (23/3/2024).


Rapat tersebut di saksikan team parapatan dari pengurus cabang dan dewan cabang PSHT Cabang Pacitan yaitu Kangmas Sarwono dan  Kangmas Djoko Harijanto, selain itu utusan dari pengurus ranting dan utusan rayon masing-masing 3 orang, dimana Ranting Tulakan sendiri terdiri dari 16 rayon. Turut hadir pula PAMTER dan para sesepuh warga PSHT Ranting Tulakan.

Dalam acara rapat di buka oleh Mas Tulus Wardoyo selaku ketua ranting Tulakan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan parapatan ini adalah amanah dari AD/ART organisasi kita, dimana setiap 3 tahun sekali wajib kita adakan.

“Harapannya dengan kepengurusan yang baru nanti bisa mengemban amanah serta memajukan dan mengembangkan ajaran PSHT di ranting Tulakan ini,” pungkasnya.

Juga sebagai perwakilan cabang, Mas Sarwono memyampaikan permohonan maaf atas tidak bisa hadirnya Ketua Cabang, Kangmas Nurwiyono. Beliau juga berharap dengan diadakannya parapatan ini bisa lebih solid, dengan program-program yang lebih baik lagi, lebih berprestasi dan lebih berkembang.

Hasil rapat mengusulkan nama calon ketua ranting Mas Tulus Wardoyo, dan malam itu juga Mas Tulus Wardoyo kembali terpilih sebagi ketua ranting periode 2024 – 2027 secara aklamasi. Prosesi acara berjalan dengan lancar khidmad penuh dengan suasana kebersamaan.

SANG PELATIH

SANG PELATIH

Sang Pelatih, memproduk Pendekar SH Terate sekian banyak dalam setiap tahunnya. Disamping penerapan manajemen yang efisien, efektif melalui mekanisme organisasi disetiap tingkat kepengurusan, baik di Kepengurusan Pusat, Cabang, Ranting serta Rayon, yang diselenggarakan secara strategis konsepsional untuk mewujudkan optimalisasi pencapaian tujuan yakni ikut serta membentuk insan yang berbudi luhur tahu benar dan salah, tidak lepas pula dari sentuhan lembut tangan dingin dari para pelatihnya.

Sang Pelatih dengan penuh ketulusan atas dasar kasih sayang, tanpa menuntut imbalan jasa serta dilandasi niat mulia Memayu Hayuning Bawana, tanpa pamrih sedikitpun demikian sabar dan telaten telah menghibahkan ilmu yang dimiliki, antara lain berupa kemampuan beladiri pencak silat SH Terate yang dibalut nilai nilai keluhuran budi pekerti dengan tujuan utama tercetaknya Pendekar SH Terate yang handal/mumpuni, trengginas, namun tetap tampil sebagai sosok pemberani yang santun, sederhana serta suka Memayu Hayuning Bawana.

Profesi Pelatih memang tidak mudah menjalaninya, memerlukan kelonggaran jiwa dan komitmen yang kuat. Pelatih mesti mampu memposisikan diri, tidak hanya sosok yang disegani dan menjadi kebanggaan para siswanya, namun lebih daripada itu Sang Pelatih mesti sanggup dan dapat tampil sebagai figur panutan, baik sebagai pribadi ataupun selaku fungsionaris organisasi, terlebih sebagai anggota masyarakat.

Oleh karenanya, Sang Pelatih nampak selalu cerah ceria, karena dalam setiap kesempatan memiliki peluang untuk memberikan materi pada para siswanya dengan penuh kebahagiaan serta ketulusan.

Inshaallah, Sang Pelatih senantiasa diberi perlindungan oleh Allah, karena diawal latihan selalu menyambut siswa dengan menyalami seraya mengucapkan kata Assalamu’alaikum. Sang Pelatih tanpa disadari setiap saat telah dengan ikhlas menginfakkan ilmunya pada siswanya. Sikap yang sangat mulia, sebagai wujud amal yang belum tentu dapat dilakukan oleh orang lain.

Semua siswa hadir latihan memiliki satu tujuan yang sama, yaitu ingin belajar dan mendalami senam, jurus dan materi yang lain, dengan target agar benar-benar bisa menguasai gerak pencak silat dan menerima ajaran lainnya, atas jasa Sang Pelatih.

Sang Pelatih atas jasanya membentuk karakter anak orang lain yang dilakukan tanpa berpikir untuk memperoleh imbalan jasa sedikitpun, Inshaallah nantinya berpotensi untuk dijanjikan kebahagiaan oleh-Nya. Sak tiba malange sarwa kepenak, disegani oleh sesama, kinacek sakpadha padhane tumitah.

Meski telah wafat sekalipun, Sang Pelatih masih dapat kiriman do’a dari warga yang pernah merasakan sentuhan ilmunya atas amal jariyah ilmunya yang diberikan kepada siswanya. Oleh karenanya, berbahagialah wahai para Pelatih, yang telah menjalankan tugas kepelatihan yang diniati ibadah serta dengan penuh kesabaran dan keikhlasan membimbing/mendampingi siswa yang diamanahkan pada Sang Pelatih, semua akan dapat kemuliaan di dunia dan akherat.

Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kesabaran, ketulusan dan keikhlasan bagi kita semua wahai Sang Pelatih. Aamiin ya Robb…!

Kangmas Nurwiyono

Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate

Cabang Pacitan – Pusat Madiun

Diklat Pelatih Pencak Silat Ajaran PSHT Cabang Pacitan, Pusat Madiun 2024

Diklat Pelatih Pencak Silat Ajaran PSHT Cabang Pacitan, Pusat Madiun 2024

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pacitan, Pusat Madiun telah sukses menggelar Diklat Pelatih Pencak Silat Ajaran. Bertempat di Gedung Olahraga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Kegiatan Diklat Pelatih Pelatih Pencak Silat Ajaran kali ini, diikuti oleh 128 peserta yang merupakan perwakilan dari masing – masing Ranting di wilayah PSHT Cabang Pacitan, Pusat Madiun.

“Kegiatan ini adalah satu bentuk program Persaudaraan Setia Hati Terate (Cabang) Pacitan yang mana menindaklanjuti dari kegiatan Diklat Pencak Silat Ajaran yang diadakan di Padepokan PSHT Madiun pada tanggal 15 Desember 2023 lalu,”terang Kangmas Nurwiyono, S.Ap Ketua PSHT Cabang Pacitan, Minggu (21/1/2024).

Lebih lanjut, Kangmas Nurwiyono dalam sabutannya beliau juga menuturkan maksud dan tujuan kegiatan Diklat ini adalah untuk meningkatkan kwalitas pelatih, menambah ilmu atau pengetahuan para pelatih yang nantinya dibawa dan diterapkan ditempat latihan masing – masing.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pacitan, Khusnul Qomarudin, M.Pd memberikan apresiasi positif dengan dilaksanakannya Diklat Pecak Silat Ajaran yang diadakan Oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pacitan, Pusat Madiun ini.

“Diharapkan kedepannya bisa mendidik bibit – bibit atlit agar bisa berkontribusi lebih memberikan sumbangsih dibidang prestasi untuk Kabupaten Pacitan melalui Pencak silat,”tambahnya.

Perlu di kretahui, yang hadir dalam kegiatan ini, antara lain Ketua Dewan Cabang, Ketua Cabang, Anggota Dewan Cabang, Pengurus Cabang, Ketua Ranting, Forkompimda, Serta Ketua IPSI Kabupaten Pacitan.

Masdan: Pendekar Minang dari Tanah Jawa

Masdan: Pendekar Minang dari Tanah Jawa

Muhammad Masdan hidup sejaman dengan Hadratusysyaikh Hasyim Asy’ari. Umur mereka terpaut dua tahun. Masdan muda, saat itu berumur 15 tahun (1884), belajar di pesantren Tambak Beras, Jombang yang didirikan oleh mbah Shihah. Mbah Shihah ini nama aslinya kyai Abdussalam, beliau dikenal dengan nama “Shihah” karena bentakannya yang keras dan membuat orang gemetar. Nah, ibu dari Hasyim Asy’ari adalah cucu dari mbah Shihah ini. Hasyim Asy’ari sebelumnya tinggal di pesantren ini sampai dia berumur 5 tahun. Kemudian beliau pindah ke pesantren Keras (masih di Jombang) yang didirikan oleh ayahnya.

Di pesantren Tambak Beras inilah Masdan pertama kali mengenal ilmu silat. Sebagaimana tradisi santri di masa itu, seorang santri tidak hanya perlu bisa solat, mereka juga perlu bisa silat. Perhatikan, Masdan belajar di Tambak Beras, bukan Tebu Ireng sebagaimana yang banyak beredar. Saat Masdan belajar, Hasyim Asy’ari juga masih kecil. Kyai Hasyim baru mendirikan pesantren Tebu Ireng pada tahun 1899.

Tahun 1885, saat Masdan berumur 16 tahun, ia mengikuti atasannya pindah ke Bandung. Saat itu beliau bekerja di kantor residen sebagai juru tulis, tidak bergaji namun ada uang saku. Selama di Bandung, kurang lebih setahun, Masdan berkesempatan belajar berbagai aliran silat di Tatar Sunda. Mulai dari Cimande, Cibaduyut, Ciampea, Cikalong — Slewah/Suliwa, Tanah Baru (Sera?), sampai Sumedangan. Tidak ada info detail sejauh mana beliau menguasai setiap aliran silat ini.

Tahun 1886, Masdan pindah ke Batavia. Masih sebagai juru tulis, mengikuti kepindahan atasannya. Karena ia sudah jatuh cinta dengan silat, di Batavia ia pun menyempatkan belajar silat. Tidak jelas aliran apa yang ia pelajari saat itu, namun beliau menyebutnya dengan permainan Betawen, Kwitang, dan Monyetan. Dari namanya, ada kemungkinan Kwitang dan Monyetan ini merupakan salah satu jenis aliran kuntao yang banyak beredar di kalangan Tionghoa saat itu.

Umur 18, ia kembali pindah mengikuti atasannya. Kali ini ke Bengkulu. Namun hanya sebentar, di tahun yang sama (1887) ia pindah ke Padang. Posisinya masih sebagai juru tulis, namun kali ini ia diangkat menjadi pegawai tetap yang bergaji.

Di Padang inilah Masdan tinggal lebih lama. Ia tertarik dengan silat di daerah Minang ini yang berbeda dengan silat di tanah Jawa yang ia pelajari sebelumnya. Di Padang, ia berguru selama 11 tahun kepada Datuk Rajo Batuah. Ia mempelajari permainan silek Pauh, Lintau, Sterlak dan Bayang. Ia juga mempelajari permainan Alang Lawas, Padang Panjang, Padang Alai, juga Padang Sidempuan. Tidak jelas apakah permainan ini ia pelajari dari guru yang sama atau guru yang berbeda. Di Padang pula, Masdan menikah dengan gadis yang ia kenal di sana.

Tiga tahun belajar silat Sunda dan Betawi ditambah sebelas tahun belajar silat Minang, membuat ilmu beladiri Masdan cukup mumpuni. Selesai belajar ke Datuk Rajo Batuah, ia pun mengundurkan diri dari kantor residen tempatnya bekerja. Ia pun pergi ke Aceh untuk bertemu adiknya. Dua tahun di sini, Masdan masih menyempatkan diri untuk menyempurnakan ilmu silatnya.

Tahun 1900, Masdan pulang ke tanah Jawa, tepatnya Batavia. Ia bekerja sebagai masinis di Jawatan Kereta Api. Karena belum juga dikaruniai putra, Masdan menceraikan istrinya. Sang istri pulang ke Padang sementara Masdan pergi ke Bandung.

Tahun 1902, Masdan diterima bekerja sebagai polisi di Surabaya. Ilmu silat yang dikuasainya sangat membantunya untuk mengatasi berbagai situasi kacau, seperti perkelahian atau penggerebekkan rumah judi.

Setelah 13 tahun belajar silat, Masdan pun menciptakan permainan silatnya sendiri. Ia menamakan permainan silatnya dengan nama permainan Joyo Gendilo Cipto Mulyo (Menang Tangguh, Menciptakan Kemuliaan). Nama-nama jurusnya dia ambil dari berbagai nama aliran yang pernah dipelajarinya: Betawen, Cimande, Cikalong-Slewah, Sumedangan, Padang Alai, Lintau, Alang Lawas, Tanah Baru, dsb. Untuk mengajarkan permainan ini ia pun mendirikan perguruan silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer (saudara satu perguruan; kecer/pereuh adalah ritual tetes mata sebagai tanda penerimaan murid di penca Subda). Kelak perguruan ini berganti nama menjadi Persaudaraan Setia Hati, dan Muhammad Masdan dikenal dengan nama Ki Ngabehi Soerodiwirjo.

Ribuan Pendekar Muda PSHT Cabang Pacitan Pusat Madiun selesai Disahkan

Ribuan Pendekar Muda PSHT Cabang Pacitan Pusat Madiun selesai Disahkan

Bulan Syura atau bulan Muharram bagi Persaudaraan Setia Hati Terate bisa dibilang bulan yang sakral dan istimewa. Karena pada bulan tersebut akan dilaksanakan tradisi Persaudaraan Setia Hati Terate yaitu pengesahan warga baru tingkat 1 di seluruh cabang di Indonesia dan Komisariat PSHT di luar negeri.

Pun, dengan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan Pusat Madiun, tahun ini mengesahkan sebanyak 1.112 pendekar. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu, 21 – 22 Juli 2023 di GOR Pacitan. Acara yang berjalan dua (2) hari tersebut diikuti oleh 13 ranting dan 2 komisariat yang ada di Cabang Pacitan.

Mengutip dari kata sambutan Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate, Kangmas Issoebinatoro, yang dibacakan oleh Kangmas Hadi Susilo, baliau menyampaiakan semoga dari awal sampai akhir pengesahan, selalu dalam lindungannya, diberi keselamatan, kekuatan, kesehatan, kelancaran dan keberkahan. Sehingga kelak akan menjadi warga SH Terate yang penuh dedikasi dan loyal.

Lanjut dalam sambutannya, Kangmas Issoebinatoro berpesan kepada adik-adik calon warga SH Terate yang akan di sahkan pada malam hari ini, prosesi akan diawali dengan melaksanakan selamatan, dimana prosesi ini adalah merupakan budaya SH Terate yang selalu dilakukan oleh para pendiri dan penerus SH Terate sebagai sarana untuk berdoa memanjatkan puji syukur atas kebesaranNya, dengan penuh harapan, semoga adik-adik calon warga yang akan disahkan dapat menjadi manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbakti pada orang tua, agama, dan negara, serta tak lupa sebagai generasi SH Terate yang penuh dengan pengabdian tanpa pamrih yang didasari Persaudaraan.

Dalam sambutannya Ketua Dewan Pusat juga menyampaikan, pada tahun ini bangsa Indonesia akan melakukan persiapan akan adanya pesta demokrasi pemilihan wakil rakyat sekaligus akan menentukan puncuk pimpinan negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini, dapat dikatakan bahwa tahun ini adalah tahun politik.

Beliau berpesan, agar warga SH Terate dimanapun berada harus bisa membawa diri dalam situasi apapun, tetap bersikap arif dan bijak dalam menanggapi situasi dan kondisi, sehingga Warga SH Terate ikut serta membantu kelancaran program pemerintah dan menjaga situasi keamanan yang kondusif. Jika warga SH Terate dapat bersikap seperti itu, maka kita semua sudah bisa dikatakan Memayu Hayuning Bawana.

Mengakhiri sambutannya Ketua Dewan Pusat mengajak seluruh warga agar tetap menjadi Warga SH Terate yang tanggap, tangguh, cerdas, tangkas, dan cermat dalam membaca situasi dan kondisi zaman, agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan hal-hal yang merugikan pribadi maupun organisasi.

Ribuan Calon Pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan selesai Laksanakan Tes Pendadaran

Ribuan Calon Pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan selesai Laksanakan Tes Pendadaran

Sebelum bulan Syura datang, tahapan demi tahapan untuk menjadi warga Persaudaraan Setia Hati Terate sudah terlaksana. Salah satu tahapan yang harus dilalui adalah Pendadaran Calon Warga atau Tes Calon Warga. Setiap calon warga wajib mengikuti tahapan tersebut.

Giat tes tersebut Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan dilaksanakan di sejumlah wilayah pada ranting-ranting. Yang dimulai dari Ranting Punung pada tanggal, 1 Juni 2023 di Lapangan Kecamatan Punung. Dengan peserta sejumlah 92 calon warga, yang terdiri dari 73 calon warga putra dan 19 calon warga putri.

Kemudian disusul pada tanggal 11 Juni oleh 9 ranting dan 2 komisariat yang terbagi 4 tempat. Pertama Ranting Donorojo tepatnya di Lapangan Desa Kalak. Diikuti 132 calon warga putra maupun putri. Dan dihadiri pengurus cabang oleh Kangmas Sutrisna dan Kangmas Sukoco.

Lokasi kedua berada di destinasi wisata Bukit Tompe Desa Tamanasri, Ranting Pringkuku. Untuk calon warga Ranting Pringkuku berjumlah 126 orang. Dengan disajikan panorama alam bak lukisan atau yang dikenal dengan bukit Bara-Bere  ini, para warga dan calon warga mengikuti tes dengan penuh khidmat dan semangat. Turut hadir pengurus cabang Kangmas Sarwono.

Lalu, lokasi ketiga berada di Gedung Olah Raga (GOR) Pacitan. Yang diikuti oleh 3 ranting dan 2 komisariat. Yaitu, Ranting Pacitan, Ranting Kebonagung, Ranting Arjosari, Komisariat STKIP PGRI, dan Komisariat Pendapa Pacitan. Untuk total calon warga adalah 147, yang terdiri dari 93 Ranting Pacitan, 28 Ranting Kebonagung, 5 Ranting Arjosari, 8 Komisariat STKIP, dan 13 Komisariat Pendapa.

Dalam acara tersebut juga hadir Kangmas Guntar Suyanto. Beliau merupakan sesepuh sekaligus perintis Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan. Juga turut hadir Kangmas Suyono.

Dititik keempat pada hari itu, berada di Lapangan Desa Cokrokembang, Ngadirojo. Yang diikuti oleh 4 ranting; Ranting Ngadirojo, Ranting Sudimoro, Ranting Tulakan, dan Ranting Wonokarto. Total calon warga sejumlah 216, 24 calon warga Wonokarto, 46 calon warga Ngadirojo, 48 calon warga Sudimoro, dan 98 calon warga Tulakan.

Yang hadir pada waktu itu, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan Kangmas Nurwiyono, serta Kangmas Arif Setia Budi, Kamgmas Djoko Harijanto, dan Mas Acir Hernowo.

Minggu ketiga atau minggu terkahir tes calon warga berada di dua titik. Titik pertama di Lapangan Desa Tegalombo untuk Ranting Tegalombo dan titik kedua di Lapangan Desa Bandar untuk Ranting Bandar dan Nawangan, pada tanggal 18 Juni 2023.

Ketua Cabang Kangmas Nurwiyono bersama Kangmas Hadi Susilo, Kangmas Suyono, dan Kangmas Sukoco hadir di Ranting Tegalombo. Jumlah calon warga 139 putra maupun putri siswa putih dari keseluruhan rayon.

Kemudian, Kangmas Arif Setia Budi, Kangmas Sarwono, Kangmas Sutrisna, Kangmas Djoko Harijanto, dan Mas Acir Hernowo hadir di Lapangan Desa Bandar. Total keseluruhan calon warga untuk Ranting Bandar dan Nawangan sejumlah 253 yang terdiri dari 40 calon warga Ranting Nawangan dan 213 calon warga Ranting Bandar.

Hingga acara selesai, semua tes telah dilalui para calon warga, mulai dari tes fisik, tulis, tes materi senam jurus, total semua yang mengikuti sejumlah 1.114 calon warga baru 2023.

Copyright PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CAB. PACITAN