SANG PELATIH

SANG PELATIH

Sang Pelatih, memproduk Pendekar SH Terate sekian banyak dalam setiap tahunnya. Disamping penerapan manajemen yang efisien, efektif melalui mekanisme organisasi disetiap tingkat kepengurusan, baik di Kepengurusan Pusat, Cabang, Ranting serta Rayon, yang diselenggarakan secara strategis konsepsional untuk mewujudkan optimalisasi pencapaian tujuan yakni ikut serta membentuk insan yang berbudi luhur tahu benar dan salah, tidak lepas pula dari sentuhan lembut tangan dingin dari para pelatihnya.

Sang Pelatih dengan penuh ketulusan atas dasar kasih sayang, tanpa menuntut imbalan jasa serta dilandasi niat mulia Memayu Hayuning Bawana, tanpa pamrih sedikitpun demikian sabar dan telaten telah menghibahkan ilmu yang dimiliki, antara lain berupa kemampuan beladiri pencak silat SH Terate yang dibalut nilai nilai keluhuran budi pekerti dengan tujuan utama tercetaknya Pendekar SH Terate yang handal/mumpuni, trengginas, namun tetap tampil sebagai sosok pemberani yang santun, sederhana serta suka Memayu Hayuning Bawana.

Profesi Pelatih memang tidak mudah menjalaninya, memerlukan kelonggaran jiwa dan komitmen yang kuat. Pelatih mesti mampu memposisikan diri, tidak hanya sosok yang disegani dan menjadi kebanggaan para siswanya, namun lebih daripada itu Sang Pelatih mesti sanggup dan dapat tampil sebagai figur panutan, baik sebagai pribadi ataupun selaku fungsionaris organisasi, terlebih sebagai anggota masyarakat.

Oleh karenanya, Sang Pelatih nampak selalu cerah ceria, karena dalam setiap kesempatan memiliki peluang untuk memberikan materi pada para siswanya dengan penuh kebahagiaan serta ketulusan.

Inshaallah, Sang Pelatih senantiasa diberi perlindungan oleh Allah, karena diawal latihan selalu menyambut siswa dengan menyalami seraya mengucapkan kata Assalamu’alaikum. Sang Pelatih tanpa disadari setiap saat telah dengan ikhlas menginfakkan ilmunya pada siswanya. Sikap yang sangat mulia, sebagai wujud amal yang belum tentu dapat dilakukan oleh orang lain.

Semua siswa hadir latihan memiliki satu tujuan yang sama, yaitu ingin belajar dan mendalami senam, jurus dan materi yang lain, dengan target agar benar-benar bisa menguasai gerak pencak silat dan menerima ajaran lainnya, atas jasa Sang Pelatih.

Sang Pelatih atas jasanya membentuk karakter anak orang lain yang dilakukan tanpa berpikir untuk memperoleh imbalan jasa sedikitpun, Inshaallah nantinya berpotensi untuk dijanjikan kebahagiaan oleh-Nya. Sak tiba malange sarwa kepenak, disegani oleh sesama, kinacek sakpadha padhane tumitah.

Meski telah wafat sekalipun, Sang Pelatih masih dapat kiriman do’a dari warga yang pernah merasakan sentuhan ilmunya atas amal jariyah ilmunya yang diberikan kepada siswanya. Oleh karenanya, berbahagialah wahai para Pelatih, yang telah menjalankan tugas kepelatihan yang diniati ibadah serta dengan penuh kesabaran dan keikhlasan membimbing/mendampingi siswa yang diamanahkan pada Sang Pelatih, semua akan dapat kemuliaan di dunia dan akherat.

Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kesabaran, ketulusan dan keikhlasan bagi kita semua wahai Sang Pelatih. Aamiin ya Robb…!

Kangmas Nurwiyono

Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate

Cabang Pacitan – Pusat Madiun

Diklat Pelatih Pencak Silat Ajaran PSHT Cabang Pacitan, Pusat Madiun 2024

Diklat Pelatih Pencak Silat Ajaran PSHT Cabang Pacitan, Pusat Madiun 2024

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pacitan, Pusat Madiun telah sukses menggelar Diklat Pelatih Pencak Silat Ajaran. Bertempat di Gedung Olahraga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Kegiatan Diklat Pelatih Pelatih Pencak Silat Ajaran kali ini, diikuti oleh 128 peserta yang merupakan perwakilan dari masing – masing Ranting di wilayah PSHT Cabang Pacitan, Pusat Madiun.

“Kegiatan ini adalah satu bentuk program Persaudaraan Setia Hati Terate (Cabang) Pacitan yang mana menindaklanjuti dari kegiatan Diklat Pencak Silat Ajaran yang diadakan di Padepokan PSHT Madiun pada tanggal 15 Desember 2023 lalu,”terang Kangmas Nurwiyono, S.Ap Ketua PSHT Cabang Pacitan, Minggu (21/1/2024).

Lebih lanjut, Kangmas Nurwiyono dalam sabutannya beliau juga menuturkan maksud dan tujuan kegiatan Diklat ini adalah untuk meningkatkan kwalitas pelatih, menambah ilmu atau pengetahuan para pelatih yang nantinya dibawa dan diterapkan ditempat latihan masing – masing.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pacitan, Khusnul Qomarudin, M.Pd memberikan apresiasi positif dengan dilaksanakannya Diklat Pecak Silat Ajaran yang diadakan Oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pacitan, Pusat Madiun ini.

“Diharapkan kedepannya bisa mendidik bibit – bibit atlit agar bisa berkontribusi lebih memberikan sumbangsih dibidang prestasi untuk Kabupaten Pacitan melalui Pencak silat,”tambahnya.

Perlu di kretahui, yang hadir dalam kegiatan ini, antara lain Ketua Dewan Cabang, Ketua Cabang, Anggota Dewan Cabang, Pengurus Cabang, Ketua Ranting, Forkompimda, Serta Ketua IPSI Kabupaten Pacitan.

Masdan: Pendekar Minang dari Tanah Jawa

Masdan: Pendekar Minang dari Tanah Jawa

Muhammad Masdan hidup sejaman dengan Hadratusysyaikh Hasyim Asy’ari. Umur mereka terpaut dua tahun. Masdan muda, saat itu berumur 15 tahun (1884), belajar di pesantren Tambak Beras, Jombang yang didirikan oleh mbah Shihah. Mbah Shihah ini nama aslinya kyai Abdussalam, beliau dikenal dengan nama “Shihah” karena bentakannya yang keras dan membuat orang gemetar. Nah, ibu dari Hasyim Asy’ari adalah cucu dari mbah Shihah ini. Hasyim Asy’ari sebelumnya tinggal di pesantren ini sampai dia berumur 5 tahun. Kemudian beliau pindah ke pesantren Keras (masih di Jombang) yang didirikan oleh ayahnya.

Di pesantren Tambak Beras inilah Masdan pertama kali mengenal ilmu silat. Sebagaimana tradisi santri di masa itu, seorang santri tidak hanya perlu bisa solat, mereka juga perlu bisa silat. Perhatikan, Masdan belajar di Tambak Beras, bukan Tebu Ireng sebagaimana yang banyak beredar. Saat Masdan belajar, Hasyim Asy’ari juga masih kecil. Kyai Hasyim baru mendirikan pesantren Tebu Ireng pada tahun 1899.

Tahun 1885, saat Masdan berumur 16 tahun, ia mengikuti atasannya pindah ke Bandung. Saat itu beliau bekerja di kantor residen sebagai juru tulis, tidak bergaji namun ada uang saku. Selama di Bandung, kurang lebih setahun, Masdan berkesempatan belajar berbagai aliran silat di Tatar Sunda. Mulai dari Cimande, Cibaduyut, Ciampea, Cikalong — Slewah/Suliwa, Tanah Baru (Sera?), sampai Sumedangan. Tidak ada info detail sejauh mana beliau menguasai setiap aliran silat ini.

Tahun 1886, Masdan pindah ke Batavia. Masih sebagai juru tulis, mengikuti kepindahan atasannya. Karena ia sudah jatuh cinta dengan silat, di Batavia ia pun menyempatkan belajar silat. Tidak jelas aliran apa yang ia pelajari saat itu, namun beliau menyebutnya dengan permainan Betawen, Kwitang, dan Monyetan. Dari namanya, ada kemungkinan Kwitang dan Monyetan ini merupakan salah satu jenis aliran kuntao yang banyak beredar di kalangan Tionghoa saat itu.

Umur 18, ia kembali pindah mengikuti atasannya. Kali ini ke Bengkulu. Namun hanya sebentar, di tahun yang sama (1887) ia pindah ke Padang. Posisinya masih sebagai juru tulis, namun kali ini ia diangkat menjadi pegawai tetap yang bergaji.

Di Padang inilah Masdan tinggal lebih lama. Ia tertarik dengan silat di daerah Minang ini yang berbeda dengan silat di tanah Jawa yang ia pelajari sebelumnya. Di Padang, ia berguru selama 11 tahun kepada Datuk Rajo Batuah. Ia mempelajari permainan silek Pauh, Lintau, Sterlak dan Bayang. Ia juga mempelajari permainan Alang Lawas, Padang Panjang, Padang Alai, juga Padang Sidempuan. Tidak jelas apakah permainan ini ia pelajari dari guru yang sama atau guru yang berbeda. Di Padang pula, Masdan menikah dengan gadis yang ia kenal di sana.

Tiga tahun belajar silat Sunda dan Betawi ditambah sebelas tahun belajar silat Minang, membuat ilmu beladiri Masdan cukup mumpuni. Selesai belajar ke Datuk Rajo Batuah, ia pun mengundurkan diri dari kantor residen tempatnya bekerja. Ia pun pergi ke Aceh untuk bertemu adiknya. Dua tahun di sini, Masdan masih menyempatkan diri untuk menyempurnakan ilmu silatnya.

Tahun 1900, Masdan pulang ke tanah Jawa, tepatnya Batavia. Ia bekerja sebagai masinis di Jawatan Kereta Api. Karena belum juga dikaruniai putra, Masdan menceraikan istrinya. Sang istri pulang ke Padang sementara Masdan pergi ke Bandung.

Tahun 1902, Masdan diterima bekerja sebagai polisi di Surabaya. Ilmu silat yang dikuasainya sangat membantunya untuk mengatasi berbagai situasi kacau, seperti perkelahian atau penggerebekkan rumah judi.

Setelah 13 tahun belajar silat, Masdan pun menciptakan permainan silatnya sendiri. Ia menamakan permainan silatnya dengan nama permainan Joyo Gendilo Cipto Mulyo (Menang Tangguh, Menciptakan Kemuliaan). Nama-nama jurusnya dia ambil dari berbagai nama aliran yang pernah dipelajarinya: Betawen, Cimande, Cikalong-Slewah, Sumedangan, Padang Alai, Lintau, Alang Lawas, Tanah Baru, dsb. Untuk mengajarkan permainan ini ia pun mendirikan perguruan silat yang diberi nama Sedulur Tunggal Kecer (saudara satu perguruan; kecer/pereuh adalah ritual tetes mata sebagai tanda penerimaan murid di penca Subda). Kelak perguruan ini berganti nama menjadi Persaudaraan Setia Hati, dan Muhammad Masdan dikenal dengan nama Ki Ngabehi Soerodiwirjo.

Ribuan Pendekar Muda PSHT Cabang Pacitan Pusat Madiun selesai Disahkan

Ribuan Pendekar Muda PSHT Cabang Pacitan Pusat Madiun selesai Disahkan

Bulan Syura atau bulan Muharram bagi Persaudaraan Setia Hati Terate bisa dibilang bulan yang sakral dan istimewa. Karena pada bulan tersebut akan dilaksanakan tradisi Persaudaraan Setia Hati Terate yaitu pengesahan warga baru tingkat 1 di seluruh cabang di Indonesia dan Komisariat PSHT di luar negeri.

Pun, dengan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan Pusat Madiun, tahun ini mengesahkan sebanyak 1.112 pendekar. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu, 21 – 22 Juli 2023 di GOR Pacitan. Acara yang berjalan dua (2) hari tersebut diikuti oleh 13 ranting dan 2 komisariat yang ada di Cabang Pacitan.

Mengutip dari kata sambutan Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate, Kangmas Issoebinatoro, yang dibacakan oleh Kangmas Hadi Susilo, baliau menyampaiakan semoga dari awal sampai akhir pengesahan, selalu dalam lindungannya, diberi keselamatan, kekuatan, kesehatan, kelancaran dan keberkahan. Sehingga kelak akan menjadi warga SH Terate yang penuh dedikasi dan loyal.

Lanjut dalam sambutannya, Kangmas Issoebinatoro berpesan kepada adik-adik calon warga SH Terate yang akan di sahkan pada malam hari ini, prosesi akan diawali dengan melaksanakan selamatan, dimana prosesi ini adalah merupakan budaya SH Terate yang selalu dilakukan oleh para pendiri dan penerus SH Terate sebagai sarana untuk berdoa memanjatkan puji syukur atas kebesaranNya, dengan penuh harapan, semoga adik-adik calon warga yang akan disahkan dapat menjadi manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbakti pada orang tua, agama, dan negara, serta tak lupa sebagai generasi SH Terate yang penuh dengan pengabdian tanpa pamrih yang didasari Persaudaraan.

Dalam sambutannya Ketua Dewan Pusat juga menyampaikan, pada tahun ini bangsa Indonesia akan melakukan persiapan akan adanya pesta demokrasi pemilihan wakil rakyat sekaligus akan menentukan puncuk pimpinan negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini, dapat dikatakan bahwa tahun ini adalah tahun politik.

Beliau berpesan, agar warga SH Terate dimanapun berada harus bisa membawa diri dalam situasi apapun, tetap bersikap arif dan bijak dalam menanggapi situasi dan kondisi, sehingga Warga SH Terate ikut serta membantu kelancaran program pemerintah dan menjaga situasi keamanan yang kondusif. Jika warga SH Terate dapat bersikap seperti itu, maka kita semua sudah bisa dikatakan Memayu Hayuning Bawana.

Mengakhiri sambutannya Ketua Dewan Pusat mengajak seluruh warga agar tetap menjadi Warga SH Terate yang tanggap, tangguh, cerdas, tangkas, dan cermat dalam membaca situasi dan kondisi zaman, agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan hal-hal yang merugikan pribadi maupun organisasi.

Ribuan Calon Pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan selesai Laksanakan Tes Pendadaran

Ribuan Calon Pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan selesai Laksanakan Tes Pendadaran

Sebelum bulan Syura datang, tahapan demi tahapan untuk menjadi warga Persaudaraan Setia Hati Terate sudah terlaksana. Salah satu tahapan yang harus dilalui adalah Pendadaran Calon Warga atau Tes Calon Warga. Setiap calon warga wajib mengikuti tahapan tersebut.

Giat tes tersebut Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan dilaksanakan di sejumlah wilayah pada ranting-ranting. Yang dimulai dari Ranting Punung pada tanggal, 1 Juni 2023 di Lapangan Kecamatan Punung. Dengan peserta sejumlah 92 calon warga, yang terdiri dari 73 calon warga putra dan 19 calon warga putri.

Kemudian disusul pada tanggal 11 Juni oleh 9 ranting dan 2 komisariat yang terbagi 4 tempat. Pertama Ranting Donorojo tepatnya di Lapangan Desa Kalak. Diikuti 132 calon warga putra maupun putri. Dan dihadiri pengurus cabang oleh Kangmas Sutrisna dan Kangmas Sukoco.

Lokasi kedua berada di destinasi wisata Bukit Tompe Desa Tamanasri, Ranting Pringkuku. Untuk calon warga Ranting Pringkuku berjumlah 126 orang. Dengan disajikan panorama alam bak lukisan atau yang dikenal dengan bukit Bara-Bere  ini, para warga dan calon warga mengikuti tes dengan penuh khidmat dan semangat. Turut hadir pengurus cabang Kangmas Sarwono.

Lalu, lokasi ketiga berada di Gedung Olah Raga (GOR) Pacitan. Yang diikuti oleh 3 ranting dan 2 komisariat. Yaitu, Ranting Pacitan, Ranting Kebonagung, Ranting Arjosari, Komisariat STKIP PGRI, dan Komisariat Pendapa Pacitan. Untuk total calon warga adalah 147, yang terdiri dari 93 Ranting Pacitan, 28 Ranting Kebonagung, 5 Ranting Arjosari, 8 Komisariat STKIP, dan 13 Komisariat Pendapa.

Dalam acara tersebut juga hadir Kangmas Guntar Suyanto. Beliau merupakan sesepuh sekaligus perintis Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan. Juga turut hadir Kangmas Suyono.

Dititik keempat pada hari itu, berada di Lapangan Desa Cokrokembang, Ngadirojo. Yang diikuti oleh 4 ranting; Ranting Ngadirojo, Ranting Sudimoro, Ranting Tulakan, dan Ranting Wonokarto. Total calon warga sejumlah 216, 24 calon warga Wonokarto, 46 calon warga Ngadirojo, 48 calon warga Sudimoro, dan 98 calon warga Tulakan.

Yang hadir pada waktu itu, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan Kangmas Nurwiyono, serta Kangmas Arif Setia Budi, Kamgmas Djoko Harijanto, dan Mas Acir Hernowo.

Minggu ketiga atau minggu terkahir tes calon warga berada di dua titik. Titik pertama di Lapangan Desa Tegalombo untuk Ranting Tegalombo dan titik kedua di Lapangan Desa Bandar untuk Ranting Bandar dan Nawangan, pada tanggal 18 Juni 2023.

Ketua Cabang Kangmas Nurwiyono bersama Kangmas Hadi Susilo, Kangmas Suyono, dan Kangmas Sukoco hadir di Ranting Tegalombo. Jumlah calon warga 139 putra maupun putri siswa putih dari keseluruhan rayon.

Kemudian, Kangmas Arif Setia Budi, Kangmas Sarwono, Kangmas Sutrisna, Kangmas Djoko Harijanto, dan Mas Acir Hernowo hadir di Lapangan Desa Bandar. Total keseluruhan calon warga untuk Ranting Bandar dan Nawangan sejumlah 253 yang terdiri dari 40 calon warga Ranting Nawangan dan 213 calon warga Ranting Bandar.

Hingga acara selesai, semua tes telah dilalui para calon warga, mulai dari tes fisik, tulis, tes materi senam jurus, total semua yang mengikuti sejumlah 1.114 calon warga baru 2023.

SETIA HATI LAH PADA PERSAUDARAAN

SETIA HATI LAH PADA PERSAUDARAAN

Terlatih langsung oleh Pendekar Wesi Kuning RM. Imam Koesoepangat, seorang Untung Subagijo memulai berlatih pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada tahun 1968 di Pendapa Kadipaten Madiun. Kebetulan sang Raden Mas adalah putra dari Bupati Madiun kala itu.

Beliau, Untung Subagijo adalah anak ke-4 yang terlahir kembar dari 6 bersaudara. Simbok (ibu) nya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga dan buruh tani serabutan. Kadang mencuci dirumah juragan A, sore nya di juragan B setrika. Besok nya ikut buruh panen di sawah nya juragan C. Begitulah seterusnya. Semenjak beliau SMP, sang Bapak sudah meninggalkan keluarga kecil itu untuk selama-lamanya.

Otomatis kehidupan semakin berat ketika sang Bapak yang kerja sebagai sopir delman sudah tiada. Untuk melanjutkan sekolah dan kehidupan, 3 anaknya Simbok termasuk Beliau diikutkan saudara yang kebetulan jadi Carik (sekretaris desa). Selepas SMP, Beliau bisa lanjut ke SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas) di Jiwan, Madiun.

Semenjak 1968 – 1971 digembleng pencak silat langsung oleh Mas Imam dan Mas Tarmadji. Tiba saat nya pengesahan jadi warga tingkat 1. Namun keinginan tidak seindah kenyataan. Pak Carik tidak mampu membiayai dana pengesahan yang waktu itu dibutuhkan untuk beli bahan (ubo rampe), beli ayam jago, mori, piagam, dll. Akhirnya pengesahan tertunda dan Beliau masih menyandang siswa sabuk putih di PSHT.

Tahun 1972 beliau melamar pekerjaan di Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan diterima jadi PNS dengan penempatan kerja di Kabupaten Mojokerto. Saat itulah Beliau punya gaji dan melanjutkan lagi latihan PSHT di Madiun. Tak lupa gaji nya diberikan pula untuk Simbok yang kadangkala lagi rewang (kerja serabutan di kondangan). “Mbok, iki gajiku kagem panjenengan”. Tak lupa juga diberikan kepada Simbok Carik (orang tua angkat) Beliau.

Di tahun itulah Beliau sering bolak-balik Mojokerto-Madiun untuk langsung disahkan menjadi warga PSHT tingkat 1 oleh Pendekar Wesi Kuning RM Imam Koesoepangat.

Dan Beliau merupakan salah satu sesepuh cikal bakal Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Mojokerto. Juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Cabang, Cabang Mojokerto.

Sekitar tahun 2016 Beliau kembali ke Pacitan, di rumah Wonokarto, Kecamatan Ngadirojo. Kemudian, menjadi sesepuh sekaligus Dewan Pertimbangan Cabang di Cabang Pacitan hingga beliau wafat pada 4 Maret 2021 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Wonokarto.

Semoga beliau Husnul Khatimah ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.

Terima kasih Kangmas, sugeng tindak, Swarga Langgeng. Alfatihah.

Bertetapan dengan Hari Pancasila, SH Terate Ranting Punung Gelar Tes Calon Warga 2023

Bertetapan dengan Hari Pancasila, SH Terate Ranting Punung Gelar Tes Calon Warga 2023

Tes Calon Warga adalah salah satu tahap yang harus diikuti oleh calon warga sebelum pengesahan pada bulan Syuro mendatang. Biasanya kegiatan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh rayon pada tiap-tiap ranting. Pada tahun ini, Ranting Punung gelar tes yang pertama kali di Lapangan Kecamatan Punung. Kamis, 1/6/2023.

Dengan peserta sejumlah 92 calon warga, yang terdiri dari 73 calon warga laki-laki dan 19 calon warga perempuan.

Hadir dari pengurus Cabang Mas Acir Hernowo (Wakil Ketua 3), Kangmas Sarwono (Ketua Pamter Cabang), Danang Prihandoko (Wakil Sekretaris), Catur Wahyono (Bendahara), Budi Setiawan dan Muhammad Hari Prasetyo (Bidang Infokom), serta Sevtian Jimbo Chavisal (Bidang Pemberdayaan Anggota).

Mas Acir Hernowo sebagai Pembina Upacara Pembukaan Tes Calon Warga 2023 Ranting Punung Cabang Pacitan yang bertepatan dengan Hari Pancasila menyampaikan sebagai orang SH Terate harus paham sejarah, serta mengilhami nilai-nilai Pancasila.

“Orang SH Terate harus faham sejarah, termasuk hari ini 1 Juni bertepatan dengan Hari Pancasila, maka nilai-nilai sejarah lahirnya Pancasila harus mengilhami gerak kita sebagai Warga PSHT didalam Memayu Hayuning Bawana,” tuturnya.

Juga menyampaikan kepada Calon Warga agar selalu menjaga kondisi kesehatan sampai dengan pengesahan dan harapannya nanti setelah jadi warga tetap menjaga silaturahmi yang baik.

“Untuk Calon Warga selalu menjaga kondisinya, jaga kesehatan sampai dengan pengesahan,” imbuhnya.

“Juga saya berpesan setelah jadi warga harus tetap menjaga silaturahmi baik dengan sesama leting, pelatih, sesepuh, dan warga lainnya,” pungkasnya.

Mulai tahun 2023 ini, Ranting Punung menerapkan sistem dan materi yang sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Pertama, Tes Fisik dibuat 9 pos dengan masing-masing materi mulai senam dasar, jurus, senam toya, jurus toya, dan seterusnya ditambah senam masal sebagai materi baru. Senam masal ini sebenarnya bukan baru, sudah ada sebelumnya cuma sebagian besar rayon ataupun ranting tidak memasukkan ke dalam materi, karena memang bukan materi baku.

Secara umum semua berjalan dengan baik, aman, lancar, dan terkendali.

Menerapkan Nilai-Nilai Luhur Mendidik Manusia yang Berkarakter Sejak Dini

Menerapkan Nilai-Nilai Luhur Mendidik Manusia yang Berkarakter Sejak Dini

Pencak Silat adalah budaya asli Indonesia. Juga merupakan kesenian bela diri yang telah diakui oleh dunia yang telah diwariskan oleh leluhur dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate yang didirikan oleh seorang pahlawan nasional, Ki Hadjar Harjo Oetomo pada tahun 1922, hingga saat ini sudah mencapai umur satu abad.

Persaudaraan Setia Hati Terate didirikan dengan tujuan mendidik dan menjadikan manusia berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu penanaman nilai luhur tidak hanya dilakukan kepada orang yang sudah dewasa saja, pembinaan moral dengan menanamkan nilai luhur juga perlu ditingkatkan dan dilatih sejak dini. Agar ke depannya bisa terbentuk pribadi-pribadi yang berkarakter.

Penanaman dan melatih sejak dini ini sudah dilakukan oleh Mas Angga, pelatih di Rayon Ploso, Pacitan. Dimana yang ia latih rata-rata dari usia 4 – 15 tahun, masih TK dan Sekolah Dasar dengan total kurang lebih 30 siswa. Biasanya latihan dilakukan seminggu sekali pada malam Minggu atau Minggu pagi.

Ia juga menjelaskan, semangat menjaga ajaran dan melestarikan budaya nenek moyang ini dia tanamkan sejak dini, dibuat dengan sistem latihan yang disiplin namun menyenangkan supaya pencak silat digemari dulu agar ajaran-ajaran yang disampaikan bisa diterima dan tidak membosankan.

Disamping diajari olah seni pencak silat, anak-anak yang masih kecil juga dibiasakan menghormati orangtuanya dan juga pelatih yang lebih senior dituangkan dalam kerohanian pencak silat itu dengan nama ke- SHan.

Harapannya lebih mengutamakan penanaman nilai luhur untuk mencapai tujuan pendiri dari dibentuknya Persaudaraan Setia Hati Terate menjadi pembina generasi muda untuk menjadi individu yang berkarakter yang mampu menjadi tauladan baik bagi lingkungan sekitar dan masyarakan banyak.

Jelang pengesahan PSHT Rayon Ngromo Ranting Nawangan Sepakat Jaga Kamtibmas

Jelang pengesahan PSHT Rayon Ngromo Ranting Nawangan Sepakat Jaga Kamtibmas

Bulan Muharram memang identik dengan bulannya para pesilat, biasanya pada bulan ini diadakan pengesahan atau penerimaan anggota baru sebagai bentuk regenerasi, termasuk  pencak silat terbesar saat ini yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate.

Menyikapi hal ini Wakabid organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ngromo, Hartoyo mengajak kepada seluruh warga Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ngromo khususnya dapat menjadi salah satu agent social control menjelang pengesahan tahun ini. Hal tersebut ia sampaikan langsung saat pertemuan rutin rayon, Jum’at, 26/5/2023.

“Senafas dengan ajaran setia hati yang mengajak warganya untuk tinulata ing reh pangastuti (menjadi contoh dalam kehidupan masyarakat yang baik) serta implementasi nyata dalam hidup berprinsip memayu hayuning bawana (ikut memperindah dunia), karenanya mari melangkah ke depan dilandasi spirit persaudaraan dan gotong royong agar suasana tetap kondusif menjelang pengesahan dilaksanakan,” ujar Hartoyo.

Senada dengan pernyataan tersebut, Ridhoi selaku pengurus Karang Taruna Desa yang juga warga Persaudaraan Setia Hati Terate ikut serta menambahkan bahwasanya organisasi wajib jaga kamtibmas terkhusus di Desa Ngromo.

“Mari saling menghormati antar anggota dan masyarakat lainnya. Berangkat serta pulang dengan menjaga ketertiban,” paparnya

Pemdes Ngromo Lantik Pengurus Karang Taruna Manggala Yudha, SH Terate Beri Ucapan Selamat

Pemdes Ngromo Lantik Pengurus Karang Taruna Manggala Yudha, SH Terate Beri Ucapan Selamat

Pemdes Ngromo, Nawangan laksanakan upacara pelantikan pengurus Karang Taruna Manggala Yudha periode 2022-2027 di Balai Desa (21/52023). Yang dihadiri langsung oleh ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan sekaligus warga Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pacitan Pusat Madiun, Mas Mulyadi, M.Pd.

  • SH Terate Rayon Ngromo, Nawangan

Muryanto, ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ngromo Ranting Nawangan ikut mengapresiasi sekaligus memberi ucapan selamat kepada para pengurus wabil khusus ketua karang taruna yang notabenya juga warga Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ngromo.

“Saya ucapkan selamat atas terlantiknya pengurus baru karang taruna desa, terutama kepada Mas Revin yang menjadi nahkoda baru, semoga dalam kepemimpinannya dapat membawa karang taruna menuju masa emasnya,” ucapnya.

Wakabid kepelatihan, Feri Ramli juga menambahkan bahwa Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ngromo harus menjadi wadah untuk pemuda yang ingin berproses nantinya.

“Inilah salah satu bukti angin segar bahwa Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ngromo juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang bisa handarbehi kepada seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

Copyright PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CAB. PACITAN